Kontradiksi Laga Pesta Olahraga Saat Hiruk Pikuk Wabah

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id, 19/07/2021 – Pertengahan tahun 2021 sepertinya menjadi kecaman bagi sebuah pertandingan olahraga, pasalnya pada tahun ini banyak cabang pesta olahraga yang telah diselenggarakan. Beberapa diantaranya menuai kontroversi sebab dinilai terlalu egois melaksanakan laga pertandingan di tengah masa sulit pandemi COVID-19. Namun, di sisi pihak penyelenggara yakin memastikan bahwa sebuah laga besar pertandingan bisa dilaksanakan sesuai ketentuan protokol kesehatan yang dianjurkan. Tidak sedikit yang mendukung hal ini, dengan alasan laga pertandingan tiap tahun tak boleh dilewatkan. Tetapi, tak sedikit juga yang memberi kecaman.

Sebut saja pertandingan seperti, EURO 2020, Copa America 2021, dan kini Olimpiade Tokyo. Itu hanya sebagian besar laga raksasa yang dipertandingkan, masih banyak lagi turnamen cangkupan tertentu yang tetap dilaksanakan di tengah masa yang tidak kondusif ini. Pandemi dunia virus corona tidak hanya berdampak pada lini kehidupan masyarakat namun juga berbuntut masalah dalam pergelaran pertandingan olahraga. Cukup banyak cabang olahraga dan himpunan yang terpaksa vakum. Alhasil, ujungnya berdampak pada dinamika kehidupan atlet yang terpaksa harus tergerus oleh pandemi ini.

Banyak pula organisasi besar yang mengecam perhelatan olahraga ini contohnya saja, EURO 2020. EURO 2020 mendapat kecaman langsung dari WHO, WHO memprediksi EURO dapat membuat banyak klaster wabah jika diadakan. Pendapat dari WHO tersebut nyatanya tidak terlalu digubris oleh pihak EURO. Perhelatan laga pertandingan olahraga memang ditunggu-tunggu oleh para pecintanya. 

Mengingat liga-liga domestik tahun 2020 kemarin hampir serentak memutuskan untuk vakum sebab terkena dampak lonjakan pandemi. Dilansir dari Indosport.com, UEFA dan FIFA mengambil keputusan untuk mengundurkan turnamen sepak bola antarnegara. Pihak penyelenggara saat itu terpaksa menerima kenyataan dan menelan jadwal gelar yang menjadi berantakan di musim panas tahun lalu.

READ  Menjaga Pesona Filosofi “Jogo Bonito” Ala Pemain Brazil

Turnamen paling awal yang dibatalkan adalah Piala Dunia U-20 2021, persiapan dari mimpi indonesia menjadi tuan rumah ajang turnamen raksasa ini mengalami hambatan. Indonesia yang pada saat itu ditunjuk menjadi tuan rumah di Shanghai, China tahun 2019, kemudian akan memastikan liga berjalan di bulan Mei sampai Juni 2021 terpaksa dibatalkan. Mentri Menpora yang saat itu telah siap dengan berbekal panitia INASOC, beserta bantuan pemerintah kepada Timnas U-19, dan tak lupa stadion serta venue yang dipercantik demi wajah baik dari Indonesia ke hadapan kancah dunia terpaksa menelan kenyataan akibat pandemi COVID-19.

Sumber foto: Inews.id, Olimpiade Tokyo 2020 di tengah masa pandemi.

Tetapi, kompetisi di kancah luar justru mengambil resiko dengan tetap mewujudkan pertandingan. Copa America 2021, yang masih hangat EURO 2020, dan kini Olimpiade Tokyo 2020. Pemerintah Jepang memastikan bahwa pagelaran olimpiade akan disesuaikan dengan peraturan protokol kesehatan ketat yang dianjurkan. Ketentuan seperti penyelenggara telah membatasi 50 persen dari kapasitas venue, hingga maksimum 10.000 penonton. 

Para atlet dibatasi untuk banyak berinteraksi di luar pengecualian saat training dan di hari pertandingan. “Kesan-kesannya selama berada di Tokyo, saya nggak boleh keluar, cuma berangkat latihan, terus balik ke kamar lagi. Ya memang protokolnya harus dijalani, walaupun cuma bisa lihat Kota Kumamoto dari bus, yah okelah,” ujar Jonatan Christie sambil tertawa, dilansir dari channel youtube Sobat BL, dalam acara ngobrol santai Duta besar KBRI Tokyo-Indonesia dengan kontingen olimpiade cabang bulu tangkis Indonesia di Tokyo lewat aplikasi Zoom.

Meskipun protokol kesehatan dijamin oleh pihak tuan rumah dan para pemerintah terkait dari setiap negara. Sebelum Olimpiade Tokyo resmi dibuka, ada sebuah survei yang mengungkap 60-80 persen responden menyetujui Olimpiade Tokyo 2020 ditunda lagi. Dikutip dari Bisnis.com, baru-baru ini survei ditemukan oleh penyiar Asahi News Network yang menjelaskan hampir 7% berpikir bahwa olimpiade tidak dapat diadakan dengan aman dan terjamin. Para tokoh di bidang olahraga Jepang pun memberikan statement, makna olimpiade di tengah masa pandemi sangat buruk dan Jepang telah terpojok karena menyelenggarakannya. 

READ  Highlight AFF Suzuki Cup Indonesia Vs Singapura Leg 2 (4-2) - 25/12/2021

Tak hanya sampai disitu, para investor saham di Jepang percaya ikut bersuara untuk membatalkan olimpiade karena beranggapan supaya tidak berdampak pada harga saham pasar. Disisi lain, para ahli dokter di Jepang memperingati akan kebutuhan staf medis olimpiade yang dapat menekan sistem perawatan kesehatan bagi kasus klaster COVID-19 disana. Dilansir dari BBC.Com, hingga saat ini, penyelenggara melaporkan total ada 10 kasus baru COVID-19 pada ajang olimpiade yang di amunisi dari kalangan media, kontraktor, dan panitia personel lainnya. 

Sementara untuk saat ini, atlet yang diumumkan terkena wabah COVID-19 berjumlah dua orang yang ternyata juga berasal dari negara yang sama. Untuk proses perkondisian sendiri, mereka masih menjalani masa karantina sampai 14 hari kedepan. Dengan diadakannya Olimpiade Tokyo ini, tingkat kasus infeksi COVID-19 di Tokyo telah melampaui 1.000 kasus baru selama empat hari berturut-turut.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait