Menjelajah Stereotip Minoritas ‘Black People Don’t Swim’

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 4 minutes

Sumber: Instagram/AliceDearing. Perenang Pertama Berkulit Hitam yang Mewakili Tim GB di Olimpiade Tokyo 2020.

Umpanbalik.id 18/7/2021 – Benturan diskriminasi masih kerap mengelilingi kehidupan para manusia dunia ini. Bak sebuah air, masalah diskriminasi masih terus mengalir tanpa henti. Ternyata, di belahan dunia bagian masyarakat American-African, stereotip black people don’t swim masih mengalir deras pada olahraga renang. Mulai dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya, sampai pada tahap sebuah turnamen olimpiade. 

The Guardian menulis data dari Swim England, hanya sekitar 2% perenang berkulit hitam. Sebanyak 95% orang dewasa dan 80% anak-anak berkulit hitam tidak memiliki kemampuan untuk berenang. Angka ini turut memilukan karena sebanyak tiga kali lipat anak-anak berkulit hitam memiliki potensi tenggelam dibanding anak-anak berkulit putih. 

Kesempatan belajar renang seperti direnggut perlahan oleh keadaan. Keterbatasan akses seperti fasilitas renang yang memadai, kemampuan untuk ke kolam renang, berlatih dengan tim, harga swimsuit, goggle yang mahal, serta yang paling krusial tentang kondisi fisik mereka seperti rambut afro dan kulit yang lebih kering mampu meningkatkan kenyataan dalam stereotip tersebut. 

Tantangan renang terhadap orang American-African juga pernah disebut dalam sebuah program televisi Amerika, yang dibawakan Jimmy Kimmel. Setelah melakukan pembukaan acara, ia menyinggung pernyataan dari riset University of Memphis yang mengatakan hampir 60% dari anak-anak American-African tidak dapat berenang. Lalu, Jimmy pergi mengunjungi temannya di sebuah Barber Shop untuk mencari tahu tentang kebenaran tersebut. Saat itu, Jimmy Kimmel membawakan hal tersebut dengan nada humor khas-nya dan gestur yang santai. Namun di sisi lain, lontaran humornya malah semakin memberi refleksi yang jelas tentang masalah renang yang sudah sangat melekat pada persona orang American-African. 

READ  EURO 2020: 5 Wonderkid Tampil Gemilang, Layaknya Sang Mega Bintang

International Journal of Aquatic Research and Education menuturkan partisipasi atlet olahraga American-African telah terkonsentrasi di berbagai olahraga seperti bisbol, bola basket, tinju, dan sepak bola. Kontras dengan hal tersebut, atlet American-African kurang terwakili di bidang olahraga air seperti berenang, menyelam, dayung, atau polo air.

Bukan berarti sampai sekarang tidak ada representasi dari atlet renang American-African. Pada 2016, Simone Manuel menjadi atlet renang wanita berkulit hitam pertama yang menjuarai medali emas di olimpiade. Tetapi sayangnya prestasi gemilang tersebut belum mampu merepresentasikan kemampuan renang orang-orang berkulit hitam. 

Dilansir dari The Guardian, seorang filmmaker berkulit hitam bernama Ed Accura baru belajar renang saat usianya 53 tahun. Selama hidupnya ia mengidap Bl-aquaphobia yang mana kata ini ia ciptakan untuk menggambarkan ketakutan yang melekat pada orang kulit hitam terhadap air. “Jika orang kulit putih, biasanya ketakutan itu ada hubungannya dengan sesuatu yang terjadi, misalnya insiden – ‘Saya jatuh ke air, ada kecelakaan’. Tetapi ada banyak orang kulit hitam, termasuk saya sendiri, yang memiliki aquaphobia dan bahkan tidak menyadarinya.”

Kontroversi Topi Renang Rambut Afro pada Olimpiade Tokyo 2020

Sumber: Instagram/Soulcapofficial. Penggunaan Soul Cap untuk Perenang Berkulit Hitam yang Mempunyai Rambut Afro.

Beberapa waktu yang lalu, Federasi Renang Internasional (FINA) melarang penggunaan Soul Cap pada atlet renang di Olimpiade Tokyo 2020. Soul Cap adalah sebuah brand penutup kepala atau topi renang yang didesain untuk perenang kulit hitam. Berbeda dengan topi renang seperti biasanya, Soul Cap ini mempunyai ruang yang lebih besar di bagian atas yang mana gunanya untuk menutupi rambut afro atau rambut gimbal sepenuhnya. Alasan larangan ini karena Soul Cap dianggap tidak dapat mengikuti bentuk natural kepala.

READ  6 Olahraga Ringan Saat Bulan Puasa

Soul Cap dibuat untuk melindungi tekstur rambut yang lebih tebal dan keriting serta melindungi rambut yang basah karena air yang mengandung klorin. Dikutip dari BBC Sport, “Rambut afro memiliki lapisan sel yang lebih sedikit yang mana tingkat kelembapannya pun rendah. Natrium hipoklorit di air kolam renang dapat menyebabkan kekeringan berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan apabila tidak dicuci setelah berenang. Rambut afro cenderung lebih cepat rusak karena strukturnya,” kata Shirley McDonald, seorang konsultan di The Institute of Trichologist London.

Soul Cap menggaet Alice Dearing, seorang perenang pertama wanita berkulit hitam yang berhasil mewakili Tim GB (Great Britain) di olimpiade sebagai partner untuk penggunaan brand-nya pada Olimpiade Tokyo 2020. Kepada Newsbeat, Alice pernah mengatakan bahwa ia berterimakasih kepada Soul Cap yang telah mengakui masalah serius dalam komunitas orang kulit hitam dan berusaha menyingkirkan mitos bahwa peralatan renang tidak bisa inklusif.

Danielle Obe, seorang founder dari Black Swimming Association, sebuah organisasi di Britain yang fokus untuk mengikis barrier pada atlet renang berkulit hitam juga menuturkan ketidaksetujuan terhadap keputusan FINA. “Kami ingin disertakan dalam proses ini, harapannya ada opsi peralatan lain yang dirancang untuk mengatasi masalah rambut kami, yang mana ini merupakan penghalang signifikan dalam olahraga air. Jika FINA sadar bahwa itu adalah penghalang bagi kami, saya pikir keputusan itu dapat dibuat dengan berbeda,” ujarnya dikutip dari New York Times.

Rambut afro adalah hal yang paling krusial dan penting bagi para atlet renang berkulit hitam. Para atlet tidak dapat membiarkan olahraga renang jadi penghalang untuk keindahan rambut mereka. Topi renang pada umumnya terlalu kecil dan tidak dapat melindungi rambut afro dari basah, berantakan, dan pengaruh klorin yang sangat sulit dihilangkan walau telah dicuci. Masalah ini bukan sekadar perihal topi, lebih dari itu, larangan topi renang afro dapat memperpanjang anggapan bahwa ada yang ‘salah’ dengan fisik orang hitam.

READ  Mengenal Teknik Penalti Unik, Ala Jorginho yang Cerdik
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait