“Kiricocho” Mantra Mengerikan Sebuah Pertandingan

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 4 minutes

Sumber: Getty Images, Saka(kiri) dan Chiellini(kanan) berjabat tangan setelah pertandingan

Umpanbalik.id 17/7/2021 – Ada-ada saja memang kepercayaan dalam sepakbola. Mulai dari mencium tiang gawang hingga teriakan mantra pembawa petaka. Masing-masing ritual pastinya memiliki makna. Agar tingkat kepercayaan diri semakin terasa.

Setelah gelaran Euro 2020 selesai, jagat maya dihebohkan oleh pernyataan kapten Timnas Italia, Giorgio Chiellini. Meskipun tidak menjadi eksekutor penentu penalti Italia, pemain berusia 36 tahun ini menyatakan ikut andil dalam kemenangan Gli Azzurri lewat sebuah mantra. Kok bisa? Dalam akun Twitter @ESPNArgentina, Giorgio Chiellini mengkonfirmasi bahwa ia meneriakkan “Kiricocho” saat tendangan penalti Saka berhasil ditepis oleh Gianluigi Donnarumma. “Aku konfirmasi semuanya kepadamu, Kiricocho!” ucap Chiellini dalam unggahan @ESPNArgentina.

Sejarah Mantra “Kiricocho”

Pada awalnya “Kiricocho” bukanlah mantra yang dibuat oleh penyihir untuk memberikan kesialan dalam sepakbola. Melainkan istilah Kiricocho berawal di tahun 1980an terdapat penggemar fanatik dari klub Estudiantes bernama Juan Carlos “Kirichoco” atau Quirichoco. Namanya dianggap menjadi kutukan karena setiap kali ia hadir di sesi latihan Estudiantes, satu per satu pemain klub tersebut tiba-tiba mengalami cedera yang tidak wajar. 

Hal tersebut disadari pertama kali oleh Manajer Estudiantes, Carlo Biliardo. Karena curiga dengan kondisi para pemainnya, ia pun memiliki asumsi bahwa hadirnya Kiricocho sebagai pembawa sial bagi timnya. Bukannya melarang “Si Pembawa Sial” ini untuk berhenti mendukung timnya. Biliardo malah memiliki ide untuk bisa menguntungkannya. Manajer Estudiantes ini lantas menyuruh Kiricocho untuk menyambut tim lawan yang akan bertanding melawan Estudiantes. Hasilnya tak disangka, keyakinan Biliardo pun membawa hasil. Estudiantes dapat mengakhiri pertandingan dengan kemenangan saat Kirichoco hadir menyambut tim lawan. Anehnya, Estudiantes pun harus menerima kekalahan satu kali saat Kiricocho absen untuk menyambut tim lawan.

READ  Highlight Top Goals Liga Spanyol Pekan Ke-18 La Liga 21/22

“Kiricocho adalah anak dari La Plata yang selalu bersama kami, dan sejak tahun itu kami menjadi juara (tahun 1982), kami mengadopsinya sebagai maskot kami,” ucap Carlo Biliardo yang dikutip dari news18.

Sejak saat itulah legenda tentang kisah kutukan Kiricocho ini berkembang. Terutama di negara-negara Spanyol. Hingga saat ini pun mantra “Kiricocho” masih dipercaya oleh pemain yang ingin mengutuk pemain lawan. Lalu, siapa saja pemain yang pernah mengucapkan mantra ini saat pertandingan?

Joan Capdevila (Piala Dunia 2010, Spanyol VS Belanda)

Mantra “Kiricocho” kembali ramai diperbincangkan saat gelaran Piala Dunia edisi Afrika Selatan 2010 silam. Aktor dibalik mantra tersebut adalah Joan Capdevila, pemain yang berposisi sebagai bek tersebut melakukan aksinya saat Timnas Spanyol berhadapan dengan Belanda dalam laga final piala dunia. Dalam laga itu, Belanda mendapatkan hadiah penalti yang saat itu akan dieksekusi oleh Arjen Robben. Pada saat detik-detik tendangan penalti, Joan Capdevila  meneriakkan “Kiricocho” dan akhirnya peluang itu pun benar-benar gagal berbuah gol bagi Belanda.

“Saya berada di belakang Robben, Saya adalah orang yang melihat Robben sebagai pemain terbaik di planet ini. Tanpa basa-basi, saya berteriak “Kiricocho,” ucap Joan Capdevila dilansir dari eldesmarque.com

Erling Haaland (Liga Champions 2020/21, Borussia Dortmund VS Sevilla)

Sumber: Getty Images, Erling Haaland ketika membalas teriakan Bono kepadanya.

Masih hangat di ingatan dalam lanjutan babak 16 besar Liga Champions Eropa kemarin. Di laga yang mempertemukan Borussia Dortmund dengan Sevilla ini terdapat kejadian unik untuk dibahas. Pada saat pertandingan berlangsung, Borussia Dortmund yang mendapatkan hadiah penalti gagal melesakkan gol setelah Bono, kiper Sevilla meneriakkan “Kiricocho” terhadap Haaland si eksekutor penalti. Namun sayangnya, eksekusi itu harus diulang karena saat itu Bono terlihat keluar dari garis gawang sebelum bola ditendang. Pada kesempatan kedua, Haaland pun tidak menyia-nyiakan tendangan penaltinya sembari membalas teriakkan “Kiricocho” pada kiper Sevilla. Namun setelah pertandingan, Erling Haaland mengakui tidak tahu menahu apa arti ucapan “Kiricocho” tersebut. Ia hanya membalas apa yang diucapkan oleh Bono pada saat itu.

READ  Citra Olahraga Angkat Besi di Indonesia

“Saya tidak ingin mengatakannya, Saya tidak tahu apa artinya tetapi saya mengatakan apa yang ia katakan setelah saya gagal menendang penalti yang pertama,” ucap Haaland dikutip dari Planetfootball

Giorgio Chiellini (Piala Eropa 2020, Italia VS Inggris)

Yang paling baru, adalah pada saat final Piala Eropa yang mempertemukan Italia melawan Inggris di Stadion Wembley pekan lalu. Bek sekaligus kapten timnas Italia Giorgio Chiellini mengakui bahwa ia meneriakkan mantra “Kiricocho” saat algojo penalti Inggris Bukayo Saka melakukan tugasnya. Lagi-lagi, mantra yang dipercaya membawa kesialan bagi tim lawan itupun memakan korban lagi. Penalti Bukayo Saka berhasil ditepis oleh kiper Italia Gianluigi Donnarumma sekaligus mengantarkan Italia menjadi juara Piala Eropa untuk kedua kalinya.

Boleh percaya boleh tidak, memang inilah uniknya sepakbola. Selalu ada bumbu-bumbu magis yang menghiasinya. tanpa ada taburan bumbu seperti ini, mungkin sepakbola menjadi olahraga yang biasa saja. Menarik untuk dinantikan, siapa korban “Kiricocho” selanjutnya?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait