Greysia Polii: Olimpiade Terakhir Sebelum Pensiun

Dipublikasikan oleh Ulfah Hasanah
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id 17/7/2021 – Indonesia mengirim tujuh perwakilan terbaiknya di Olimpiade Tokyo 2020. Tujuh perwakilan ini terdiri dari lima nomor yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Pasangan ganda putri Greysia polii dan Apriyani menjadi pembuka perjuangan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 di grup A. Greysia masih menargetkan medali olimpiade, di mana sebelumnya Greysia gagal mempersembahkan medali untuk Indonesia. Olimpiade Tokyo 2020 menjadi olimpiade ketiga yang Greysia ikuti, dan Apriyani merupakan pasangan ketiga Greysia di olimpiade. 

Sumber: M Iqbal Ichsan, Greysia dan Apriyani selebrasi kemenangan Daihatsu Indonesia Master 2020.

Greysia tampil pertama bersama Meiliana Jauhari di Olimpiade London 2012. Empat tahun setelahnya Greysia tampil kembali di Olimpiade Rio 2016 namun tidak dengan Meiliana Jauhari melainkan bersama Nitya Krishinda. Greysia dan Nitya harus menghentikan perjuangan mereka di Olimpiade Rio 2016 di babak perempat final melawan pasangan Tiongkok Tang Yuanting dan Yu Yang dengan skor 11-21 dan 14-21. 

Berbeda dengan Greysia, Olimpiade Tokyo 2020 merupakan pertandingan debut Apriyani di pesta olahraga empat tahunan terbesar sedunia. Tampil untuk ketiga kalinya Greysia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang masih dia miliki di usianya yang dibilang sudah tidak muda lagi yaitu di usia 33 tahun. Dikutip dari liputan 6, Greysia mengatakan, “Jujur saya sudah nothing to lose. Justru saya berterima kasih masih diberi kesempatan untuk bisa mengikuti Olimpiade lagi. Saya akan tetap berusaha menggunakan dan memaksimalkan kesempatan ini sebaik mungkin,” kata Greysia.

Semenjak dipasangkan pada Mei 2015, Greysia dan Apriyanti saat ini menduduki peringkat ke 6 dunia. Berbagai prestasi yang sudah diraih oleh pasangan senior-junior ini yaitu, juara Thailand Open 2017 – 2018, 2021, juara French Open 2017, juara India Open 2018 – 2019, juara Indonesia Masters 2020, medali emas Sea Games 2019, medali perunggu kejuaraan dunia 2018-2019, dan medali perunggu di Asian Games 2018. Dikutip dari bolasport.com, pelatih Greysia dan Apriyani Eng Hian yang akrab dipanggil Didi mengingatkan anak asuhnya agar tidak lengah di pertandingan Olimpiade ini karena grup A dihuni pasangan unggulan pertama tuan rumah yaitu Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, dimana Yuki dan Sayaka saat ini menduduki peringkat pertama dunia ganda putri.

Sumber: M Iqbal Ichsan, Greysia, dan Apriani menang Indonesia open 2019.

Selain Fukushima/Hirota di Grup A ada Chloe Birch/Smith dari Inggris Raya dan Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean perwakilan dari Malaysia. Track Record pertemuan terakhir dengan ketiga lawan di grup hanya melawan pasangan Inggris Raya yang hasil rekor pertemuan masih bagus yaitu 4-0. Rekor pertemuan melawan pasangan Malaysia masih dibilang sama-sama kuat yaitu 2-2, sementara rekor pertemuan melawan perwakilan Jepang Yuki dan Sayaka hanya mampu meraih dua kemenangan dari sepuluh kali pertemuan. Fakta ini membuat Didi mempersiapkan beberapa latihan untuk Greysia dan Apriyani selama masa pemusatan latihan yang dilakukan di Kumamoto. Dikutip dari detiksport.com, Didi mengatakan, “Hanya ada sedikit touch up untuk hal-hal yang spesifik di teknik dan pola permainan, dari sisi teknik persiapan sudah mencapai 99 persen. Sedangkan persiapan non teknis sudah mencapai 100 persen. “Graysia dan Apriyani sangat menikmati setiap program latihan yang diberikan dan dijalankan secara optimal sesuai dengan kebutuhan mereka,” ucap Didi

READ  Awal Yang Baik Bagi Greysia dan Apriani Taklukkan Pasangan Malaysia

Walaupun saat ini Graysia dan Apriyani berada di rangking enam dunia dan belum pernah ada yang menyumbangkan medali Olimpiade di nomor ganda putri. Olimpiade inilah menjadi momentum bagi Greysia dan Apriyani membuktikan kemampuan mereka kepada dunia, karena non unggulan masih berpotensi untuk mengalahkan tim unggulan. 

Olimpiade Tokyo 2020 menjadi kesempatan terakhir untuk Greysia karena ia berencana untuk gantung raket atau pensiun setelah Olimpiade Tokyo 2020 ini selesai. Rekan-rekan seangkatan Greysia Polii memang diketahui sudah banyak yang gantung raket mulai dari Adriyanti Firdasari, Lindaweni Fanetri, Meiliana Jauhari sampai mantan partnernya yaitu Nitya Krishinda yang sudah lebih dulu pensiun. Dikutip dari Sportfeat.com, Greysia mengatakan mulai memikirkan apa yang bisa ia lakukan dengan kemampuannya, ia juga berencana mencicipi bidang wirausaha kedepannya dan memikirkan pekerjaan apa saja yang harus ia lakukan setelah pensiun selain bulutangkis. 

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait