Football’s Coming Home: Kembali Bergema Saat Inggris Berjaya

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 4 minutes

Sumber: ekowasmahsports.com. Pendukung Inggris membawa spanduk It’s Coming Home.

Umpanbalik.idIt’s coming home, it’s coming home, it’s coming home,” seperti itulah seruan pendukung Timnas Inggris saat mendukung timnya bertanding. Dukungan moral dengan memberikan yel-yel memanglah sangat penting. Agar tim yang didukung dapat bermain dengan spirit fighting. Tetapi, jika tidak sesuai rencana, jangan bertindak seperti orang pusing, seperti Hooligan Inggris saat timnya kalah tanding.

Istilah “Football’s Coming Home” kembali diserukan para pendukung saat Inggris dengan mengejutkan dapat tampil perkasa di gelaran Euro 2020. Kalimat yang akhir-akhir ini populer di media sosial tersebut dapat diartikan secara langsung sebagai “Sepakbola pulang ke rumah”. Tak hanya di Euro 2020 saja, pendukung Timnas Inggris pun sebenarnya menyerukan kalimat ini setiap kali negara mereka berlaga di kejuaraan besar seperti Piala Dunia ataupun Piala Eropa seperti kemarin.

Sejarah Slogan Football’s Coming Home

Sumber: Theguardian.com, David Baddiel, Ian Broudie and Frank Skinner merupakan pencipta lagu Football’s Coming Home.

Ternyata slogan “Football’s Coming Home” merupakan penggalan lirik lagu yang dikutip para suporter Inggris dari lagu berjudul “Three Lions” yang sudah dirilis sejak tahun 1996 silam. Lagu yang diciptakan oleh duo komedian Inggris, Frank Skinner dan David Baddiel ini ternyata diciptakan untuk menyambut gelaran Euro 1996 yang pada saat itu berlangsung di negara mereka. Dikutip dari panditfootball.com, makna “Coming Home” dari liriknya adalah sepak bola kembali pulang ke “tanah kelahiran”. Negara Inggris dianggap sebagai tanah kelahiran sepak bola modern karena rumusan awal permainan ini dicetuskan di Britania Raya pada abad 19 lalu. Tetapi, kini makna “Football’s Coming Home” memiliki harapan untuk pulangnya trofi turnamen antar negara ke pelukan Inggris.

READ  Fanatisme Suporter: Holiganisme yang Dibalut Dengan Cinta

Lagu Football’s Coming Home ini ternyata memiliki cerita yang panjang pula. Awalnya, lagu official Piala Eropa bukanlah lagu Garapan Three Lions ini. Melainkan lagu Garapan Simply Red yang berjudul “We’re In This Together”. Tetapi, lagu ini dianggap kurang memberikan semangat untuk menarik euforia dari penonton. Sebaliknya, lirik “Football’s Coming Home” lebih diminati oleh suporter dan bisa digunakan sebagai yel-yel di stadion. 

Menariknya, lagu yang diciptakan oleh komedian ini tidak menggambarkan semangat juang untuk sebuah tim seperti lagu-lagu dukungan yang lainnya. Malahan, lagu ini berisikan kekecewaan karena Timnas Inggris selalu mengalami kekalahan.

“Dalam pikiran saya, lirik It’s Coming Home ini adalah kali pertama Inggris menjadi tuan rumah kompetisi sepakbola internasional sejak tahun 1966. Lagu ini lebih kepada penggemar  sepakbola, yang 90% waktunya adalah kekalahan. Sebagian besar menjadi penggemar sepakbola adalah kekecewaan,” ucap Ian Broudie dalam wawancaranya bersama The Guardian. 

Dilansir dari The Guardian, David Baddiel mengungkapkan saat menulis lagu ini ia dihadapkan dengan suatu realitas sebagai fans Inggris dengan berpikir daripada menciptakan lagu yang memiliki makna ideal dan berjaya seperti lagu dukungan lainnya, ia lebih memilih untuk membuat lagu yang mengasumsikan bahwa kami, Inggris, akan kalah. Karena pengalaman mengajarkan demikian.

Tetapi, diciptakannya lagu “Football’s Coming Home” tidak sepenuhnya bermakna buruk. Three Lions sebagai penulis lagu beranggapan lagu ini dibuat sebagai lagu keajaiban. “Secara rasional, kami menduga akan kalah, seperti pengalaman yang terdahulu. Tetapi kami berharap entah bagaimana kami tidak akan kalah,” imbuh David Baddiel. Maka dari itu lirik dalam lagu tersebut berpindah. Dalam lagunya ada salah satu liriknya yang berbunyi Semua orang sepertinya tahu skornya / Mereka pernah mendengar semuanya sebelumnya / Mereka sangat yakin / Bahwa Inggris akan meledakkannya … dan berpindah menjadi … tapi saya ingat… – fragmen kejayaan dalam sejarah sepakbola Inggris itu, di atas dan di luar rasionalitas Anda sendiri, memberi Anda harapan.

READ  Sudirman Cup 2021: Pencetus Pertama, Indonesia Siap Meraih Piala Sudirman Kedua

Arogansi Supporter Inggris

Slogan “It’s Coming Home” sepertinya sudah menjadi mantra bagi pendukung Timnas Inggris sebagai bentuk dukungan baik di dalam stadion maupun di media sosial. Kesuksesan Timnas Inggris melaju ke babak final Euro 2020 membuat istilah Football’s Coming Home kembali berdengung dan makin lantang di berbagai media sosial. Hal ini lah yang membuat pendukung Inggris dicap arogan oleh beberapa pemain timnas negara lain yang muak dengan sikap tersebut.

Contohnya saja ada Luka Modric, dilansir dari kompas.com, ia menyebutkan media dan pendukung Inggris cenderung memuji pemain mereka setinggi langit dan memandang rendah pemain negara lain. Sebelum itu, pemain Tottenham Hotspur Gareth Bale juga menyampaikan hal yang sama di gelaran Euro 2016 silam. Ia menyebutkan bahwa media Inggris membesar-besarkan dirinya sendiri sebelum pertandingan, ia juga menambahkan arogansi dari pendukung Inggris dengan tetap bersorak saat lagu kebangsaan tim lawan dilantunkan. Yang terakhir, dilansir dari The Independent, kiper Denmark Kasper Schmeichel yang muak dengan sikap pendukung Inggris menyatakan, “Apakah itu (piala) pernah pulang? Apakah kalian pernah memenangkannya?”

Tidak hanya melalui sebuah semboyan saja, aksi buruk pendukung Inggris juga terjadi pada hooligan mereka. Kehadiran mereka kerap kali menjadi momok bagi pendukung lawan karena sering melakukan aksi provokatif yang menimbulkan bentrokan. Dalam era teknologi saat ini, aksi hooligan Inggris juga beraksi di ranah media sosial dengan mengejek-ejek suporter lawan yang kalah usai berhadapan dengan Inggris.

Tetapi apapun itu, pastinya istilah Football’s Coming Home merupakan sebuah harapan. agar Timnas Inggris bisa kembali meraih kejayaan yang telah lama sekali mereka impikan. Bagi pendukung Inggris tetaplah memberikan dukungan, agar Football’s Coming Home bisa menjadi kenyataan.

READ  Penantian Hampir 10 Tahun, Akhirnya Chelsea Berhasil Tambah Trofi Liga Champions
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait