Pemain Muda Inggris Pantas Dipuji sebagai Pahlawan, Bukan Dilecehkan Secara Rasial

Dipublikasikan oleh Ulfah Hasanah
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.idWembley Stadion menjadi saksi kegagalan timnas Inggris untuk menjadi juara EURO 2020 pertama kalinya di kandang sendiri. Dari pertama EURO diadakan sampai sekarang baru pertama kali Inggris masuk ke babak final dan merasakan kekecewaan karena gagal mengukir sejarah baru. Walaupun kalah dari Italia dengan skor yang sangat tipis, timnas Inggris pantas dipuji sebagai pahlawan. Timnas inggris sempat unggul terlebih dahulu, namun sayang Italia berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan Leonardo Bonucci. Sampai akhir babak tambahan waktu skor Inggris dan Italia satu sama. Pada saat babak penalti, tiga pemain dari timnas Inggris tidak berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Sumber: goal.com, gagal tendangan penalti Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka menjadi sasaran rasisme.

Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka menjadi pemain yang gagal menjalankan tugasnya. Saka menjadi penendang terakhir yang menjadi penentu kekalahan Inggris. Saka yang merupakan pemain termuda di timnas Inggris tidak kuat menahan air matanya setelah dia gagal melakukan tendangan penalti. Dikutip dari viva.co.id, setelah kegagalannya membawa Inggris menjadi juara Euro, Saka mengalami kejadian yang membuatnya tambah sedih. Saka mendapatkan beberapa komentar rasisme di kolom komentar Instagramnya. Tidak hanya Saka, Marcus Rashford, dan Jadon Sancho juga menjadi sasaran netizen. Akan tetapi sosial media Saka yang paling banyak mendapatkan komentar rasisme.  

Rasisme dalam dunia olahraga sering kali terjadi, dan membuat konsentrasi para pemain terganggu. Rasisme dalam dunia sepak bola sering kali terjadi baik dalam pertandingan antarklub ataupun pertandingan antarnegara. Menurut Bambang dalam jurnal Penjakora, rasisme dalam dunia sepak bola sering terjadi dalam sebuah pertandingan antar negara maupun antar klub di Eropa. Banyak faktor yang menjadi penyebab munculnya rasisme, contohnya yaitu sejarah masa lalu suatu negara, ego etis, dan adanya kesenjangan antar dua negara. 

READ  Highlight AFF Suzuki Cup Indonesia Vs Singapura Leg 2 (4-2) - 25/12/2021

Dinamika hubungan antara warga asli Inggris dan pendatang kerap kali memanas yang mengakibatkan kerusuhan antar kelompok etnis. Dikutip dari jurnal Politic and Government Studies, Inggris mencatat beberapa sejarah kerusuhan etnis antaranya yaitu kerusuhan Notting Hill dan Nottingham 1958, kerusuhan Lewisham 1977, kerusuhan Brixton 1981, dan terakhir yaitu kerusuhan Inggris yang terjadi pada 2011. Rasisme dan diskriminasi masih sangat erat kaitannya terhadap kelompok-kelompok etnis di Inggris. Etnis kulit hitam sering dianggap masyarakat Inggris sebagai masyarakat yang cenderung negatif, stereotip etnis kulit hitam sebagai seorang yang identik dengan kekerasan, kurang berpendidikan dan menjadi seorang kriminal. 

Sumber: CNNIndonesia, Boris Johnson Perdana menteri Inggris kecam komentar rasisme.

Rasisme di Inggris memang sudah lama terjadi, sehingga fans dari timnas inggris yang kesal karena negaranya gagal menjadi juara melampiaskan kekesalan tersebut kepada ketiga pemain tersebut. Dikutip dari cnnindonesia, usai kekalahan Inggris di final Euro 2020, Boris Johnson perdana menteri Inggris mengecam netizen yang memberi komentar rasisme kepada para pemain timnasnya. Boris Johnson menuliskan pesan di Twitternya, “Timnas Inggris pantas dipuji sebagai pahlawan, bukan dilecehkan secara rasial di media sosial, dan mereka yang bertanggung jawab atas pelecehan yang mengerikan ini seharusnya malu pada dirinya sendiri.”

Asosiasi sepak bola Inggris atau FA pun turun tangan untuk menyelesaikan masalah rasisme yang dianggap serius. Pihak FA meminta agar pemerintah Inggris membuat sebuah peraturan yang ketat untuk menghukum para pelaku tindakan rasisme terhadap pesepakbola seperti yang dialami oleh ketiga pemain tersebut yaitu Saka, Rashford, dan Sancho. Kepolisian Inggris pun menanggapi kasus pelecehan rasial tersebut dengan menyelidiki dan menindak tegas para pelaku. 

READ  Selebrasi: Gol untuk Lawan, Sujud untuk Tuhan

Semua orang yang dilahirkan berkulit hitam, hidung pesek, rambut keriting sebagai manusia bukanlah suatu kesalahan atau dosa di mana keadaan fisiknya berbeda dengan orang lainnya. Manusia manapun tidak pernah bisa memilih untuk dilahirkan dengan fisik yang sempurna. Semua itu tentu merupakan takdir tuhan yang tidak bisa kita hindari. Bentuk fisik dan warna kulit seseorang sudah merupakan takdir dari Tuhan yang tidak bisa kita tolak. Tuhan menciptakan makhluk nya setara dan dianugerahi dengan bakatnya masing-masing. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait