OPINI: Olahraga Harus Pakai Masker?

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 4 minutes

sumber: Mistar.id. Ilustrasi Perempuan Memegang Masker

Umpanbalik.id – Salah satu rekan basket yang dulu bersama dalam satu tim basket sekolah, mengajak saya untuk ikut sparing basket alumni di lapangan Perbasi kota. Saat itu, pandemi sedang dalam zona oranye COVID-19. Artinya segala bentuk kegiatan di luar masih dibatasi. Namun dengan bertameng memulihkan kesegaran tubuh dan sekaligus melampiaskan hobi lama, saya pun ikut bersamanya. 

Ketika sedang asyik dengan permainan, saat itu mobil dengan sirine yang khas berbunyi cukup lantang tepat di jalan raya yang menghadap di depan lapangan Perbasi. Kemudian, turunlah cukup banyak pria dengan seragam lengkap yang langsung berkata lugas dengan nada tegas. Mereka terkesan memarahi, memperingati kami untuk menggunakan masker saat bermain. Saat itu posisinya memang ada beberapa orang dari teman-teman kami yang menonton, tetapi semuanya lengkap sedia dengan masker yang bertengger di mukanya. Memang para pemain termasuk saya tidak menggunakan masker karena cukup pengap dan menyiksa nafas rasanya ketika harus memaksa berolahraga sambil menggunakan masker.

Sampai di situ, pertanyaannya apakah ketika berolahraga kita tetap diwajibkan menggunakan masker juga? Lantas apakah aman bagi pernapasan? Tak hanya saya yang mempertimbangkan penggunaan masker saat berolahraga, banyak orang cukup khawatir dengan penggunaan masker saat berolahraga dapat menimbulkan efek bahaya. Keraguan itu didasarkan pada pertimbangan pakai masker dapat membuat tubuh kesulitan memperoleh oksigen. Sehingga takutnya dapat menimbulkan sesak nafas. Sementara ketika berolahraga tubuh memerlukan lebih banyak oksigen dari kegiatan biasanya. Bahkan beberapa dari teman saya berpendapat khawatir jika pakai masker saat berolahraga dapat mengakibatkan keracunan karbondioksida (CO2). Apa benar seperti itu?

READ  Fabrice Muamba, Sempat Pingsan dan Menghampiri Mati Suri

Dalam situs British Journal Of Sport Medicine yang berjudul ‘Should people wear a face mask during exercise: What should clinicians advise?’ menjelaskan opsi penggunaan masker dalam intensitas olahraga-olahraga tertentu. Namun yang menarik adalah salah satu statement-nya mengatakan, mengenakan masker selama berolahraga jelas membatasi arus pernapasan dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penggunanya. Jika Anda mencari berita di portal online masih belum banyak situs yang menjelaskan secara gamblang tentang bagaimana keseimbangan manfaat menggunakan masker saat berolahraga. Informasi yang ada hanya menyajikan efek samping yang mungkin muncul saat seseorang menjalankan olahraga sambil menggunakan masker.

Dilansir dari Serambinews.com, dua orang yang menggunakan masker meninggal saat  bersepeda di Kota Semarang. Melihat kasus ini,  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melarang penggunaan masker saat berolahraga, ia mengatakan masker bisa kembali dipakai saat beristirahat. Berkaca dari kasus ini, sebenarnya penggunaan masker tak hanya menyulitkan akses pernapasan. Ketidaknyaman dalam penggunaannya saat berkeringat juga menjadi hal yang diperhitungkan, apalagi jika salah memilih bahan atau tekstur partikel masker yang langsung bersentuhan dengan area hidung dan mulut. Saat berolahraga dan menggunakan masker rasanya lendir di hidung mengalami peningkatan dan keringat yang berjatuhan di area samping pipi menuju ke dagu menumpuk di sekitar mulut. Sungguh keadaan yang tidak nyaman. Ketika berada di situasi seperti ini, lebih baik bagi kita berolahraga di tempat yang sepi tanpa masker ketimbang terpaksa mengenakan masker di area lapangan olahraga umum.

Penggunaan masker saat berolahraga sepertinya menimbulkan sisi pro dan kontra di tengah masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan masker saat olahraga. Karena mempertimbangkan seseorang memerlukan lebih banyak oksigen yang masuk ke dalam area pernapasan saat berolahraga. Dikutip dari situs Alodokter.com, turunnya kadar oksigen akan membuat detak jantung semakin meningkat kemudian otot lebih banyak menumpuk asam laktat. Pada akhirnya, seseorang akan lebih cepat kelelahan walaupun ia hanya menjalankan olahraga dengan intensitas ringan. Jika seseorang mengalami kelelahan berkepanjangan saat berolahraga, kondisi ini akan memicu penurunan tekanan darah. Tekanan darah yang berkurang menuju otak dapat menyebabkan jatuh pingsan. 

READ  PON XX Papua 2021: Bawa Pulang Emas ke Ibukota, DKI Jakarta Taklukan Sulawesi Utara

Kulit keringat yang basah menyentuh bagian kulit yang tertutup masker, masker yang lembab bisa menjadi sarang bagi bakteri serta jamur dan tentunya dapat mengundang penyakit untuk berkembangbiak. Mau saat berolahraga atau beraktivitas lainnya, masker yang tidak di re-apply akan mengurangi keefektifan penggunaanya. Masker bersifat menyaring droplet yang mengandung bakteri dan virus, berdasarkan penelitian yang tertulis di Alomedika.com, penggunaan masker saat olahraga dapat menimbulkan hipoksia, di mana kondisi rendahnya kadar oksigen di sel dan jaringan tubuh yang menyebabkan jaringan yang ada diseluruh tubuh tidak berfungsi dengan normal. Dan hiperkapnia, kondisi di mana terjadi gangguan pernapasan akibat kurangnya oksigen dalam paru-paru. Keduanya bisa terjadi karena udara yang diserap terlalu terbatas. 

Ternyata penggunaan masker yang tak tepat jenisnya dan juga yang tak disesuaikan dengan kondisi aktivitas kita, dapat mempengaruhi pengaruh fisiologis tubuh. Penelitian membuktikan adanya perubahan fisiologi kondisi tubuh saat berolahraga pada penggunaan masker bedah, masker N95, dan masker full face respirator lainnya. Sedangkan penggunaan masker kain dalam aktivitas sehari-hari belum diteliti. Perubahan yang salah pada tubuh tentunya dapat mempengaruhi manusia dari berbagai sisi, mulai dari ketahanan metabolisme sel, respon imun, mengalami stres, hingga berpotensi mengubah irama jantung (aritmia).

Saat ini rekomendasi dari para ahli dan WHO mengupayakan pencegahan COVID-19 saat olahraga, dengan menganjurkan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain serta sebisa mungkin menjalankan olahraga ringan dirumah saja. Kegiatan yang cukup berdampak dari topik ini adalah seluruh aspek bidang olahraga dan kejuaraan maupun pertandingan harus terpaksa vakum. Banyak atlet yang menganggur sambil menunggu kepastian, banyak cabang olahraga yang stuck karena penyelenggaraan terhenti. Namun uniknya, semasa pandemi bermunculan olahraga-olahraga trendy seperti bersepeda dan orang-orang cukup antusias untuk berolahraga ketimbang sebelum pandemi.

READ  OPINI: Rutin Berolahraga, Kok Bisa Sakit?

Menggunakan masker kini menjadi habit dan kewajiban saat beraktivitas di luar rumah. Hanya saja saat berolahraga pastikan untuk mempertimbangkan penggunaan masker dengan intensitas olahraga yang kita jalani. Jangan sampai penggunaan masker justru membuat kita menjadi celaka. Sebenarnya kita masih bisa berolahraga di luar rumah tanpa masker, asal tetap menjaga jarak dan mengurangi interaksi secara langsung dengan orang-orang disekitar supaya tidak tertular droplet virus penyakit. 

Pastikan memilih jenis masker yang tepat dengan kualitas yang baik dan perhatikan kondisi di mana harus menggunakannya. Masker adalah alat bantu, sementara kesadaran diri adalah penggerak jitu.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait