OPINI: Artis Beli Klub Bola, Menuai Prestasi atau Sekedar Sensasi?

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 4 minutes

Sumber : Youtube.com/Rans Entertainment, Peresmian Raffi Ahmad mengakuisisi Cilegon United

Umpanbalik.id – Sepak bola Indonesia sepertinya akan memasuki babak baru. Masuknya para artis ke dunia sepak bola pasti menimbulkan sebuah pertanyaan. Seriuskah mereka terjun ke dunia sepak bola ini? Mengurus sebuah klub sepak bola tidaklah mudah seperti menjentikkan jari. Banyak sekali persoalan-persoalan yang harus mereka hadapi di kemudian hari. Apakah mereka berani? Dengan iming-iming memberikan sebuah prestasi, mereka benar-benar serius atau hanya mencari sensasi?

Kita mengetahui bahwa awalnya sepak bola adalah sebuah olahraga. Akan tetapi saat ini olahraga tersebut sedikit demi sedikit akan menjadi sebuah ladang bisnis yang baru dan bisa juga menjadi sebuah hiburan atau biasa disebut dengan sportainment. Bagaimana tidak, akhir-akhir ini sepakbola Indonesia mulai dihiasi oleh artis papan atas Indonesia. Dengan datangnya para sultan ini menjadikan sepak bola Indonesia kembali asyik diperbincangkan lagi. Seperti yang dijelaskan dalam buku The Billionaires Club: The Unstoppable Rise of Football’s Super-rich Owners  karya James Montague. Ia menuliskan dalam bukunya bahwa selain keuntungan finansial ada penghargaan psikis untuk memiliki tim olahraga elit, yakni publisitas secara cuma-cuma, pencitraan baik di mata publik, dan daya pikat untuk bisa bergaul dengan pemain. Ditambah setelah vakum selama satu tahun karena virus corona, pada bulan Juli mendatang kompetisi kembali digelar dengan pemilik-pemilik baru yang memiliki nama terkenal di Indonesia.

Setidaknya ada beberapa nama artis yang sudah terjun di dunia sepakbola tanah air. Diawali oleh Raffi Ahmad dengan gebrakannya mengakuisisi klub bola dari Cilegon yaitu Cilegon United. Berkolaborasi dengan sahabatnya sekaligus pemilik Prestige Motorcars Rudy Salim, Cilegon United pun diubah namanya menjadi RANS Cilegon FC. Membeli Cilegon United pun sebenarnya bukan tanpa alasan, Raffi Ahmad memang sudah banyak diketahui tertarik dengan sepak bola dan pernah mengikuti seleksi di tim Persib Bandung Junior. Kini mereka berdua resmi menjadi chairman dari RANS Cilegon FC.

READ  Sergio Aguero Resmi Gabung dengan Barcelona

Selain Raffi Ahmad, anak bungsu Presiden Joko Widodo yaitu Kaesang Pangarep juga tertarik untuk terjun ke dunia sepak bola. Dengan menggandeng Menteri BUMN Erick Thohir, kabarnya Kaesang Pangarep menjadi pemegang mayoritas saham dari Persis Solo sebanyak 40 persen. Selain itu, Anak Presiden ini juga dilantik sebagai Direktur Utama Klub Persis Solo.

Sahabat Raffi Ahmad, Gading Marten juga sudah resmi mengakuisisi klub dari Kota Tangerang yaitu Persikota Tangerang. Dengan bergabungnya Gading Marten menjadi bagian dari Persikota diharapkan untuk bisa mengangkat prestasi klub yang saat ini berlaga di Liga 3 Indonesia. Dan yang terbaru yaitu Atta Halilintar, artis sekaligus Youtuber ternama di Indonesia ini resmi menyulap PSG Pati menjadi AHHA PS Pati FC beberapa waktu yang lalu.

Lantas dengan banyaknya artis yang memilih terjun di dunia sepakbola ini, apa tujuan mereka? Mayoritas artis-artis ini menjanjikan dengan turunnya mereka ke ranah sepak bola akan menjadikan sepak bola Indonesia lebih maju dan berprestasi di kancah Internasional. Selain itu, klub Liga 2 dan Liga 3 lah yang menjadi incaran utama dari artis-artis ini. Hal ini  bisa jadi karena pamor dari beberapa klub yang kurang tinggi, sehingga dengan datangnya keberadaan mereka menjadikan semua kasta liga menjadi lebih meriah. Karena kita tahu selama ini Liga 1 sebagai liga kasta tertinggi lah yang memiliki daya tarik yang tinggi. Dampak positif dari hadirnya para artis ini juga cukup terasa, dengan nama besar mereka, sisi promosi pun menjadi mudah untuk mendatangkan sponsor sebagai pemasukan klub. 

Sebagai orang yang baru masuk ke dunia olahraga, bisa dibilang pengaruh artis-artis ini cukup besar juga. Entah karena nama besar artis atau iming-iming gaji yang lebih besar sehingga saat ini sudah tercatat puluhan pemain berlabel timnas, yang juga bermain di kasta teratas liga Indonesia rela turun ke Liga 2 untuk bermain dengan klub milik artis ini. Beberapa pemain itu ialah Christian Gonzales (Rans FC), Rifal Lastori (Rans FC), Marinus Wanewar (Persis Solo), Beto Goncalves (Persis Solo), dan masih banyak yang lainnya.

READ  OPINI: Rutin Berolahraga, Kok Bisa Sakit?

Beberapa tim ini pun tak segan-segan untuk jor-joran membeli pemain baru. Karena regulasi dari Liga 2 yang tidak memperbolehkan pemain asing, maka pemain lokal yang berkualitas yang menjadi incaran mereka. Salah satu tim yang beberapa waktu lalu seakan tidak ada habisnya untuk merekrut pemain top Indonesia yaitu Persis Solo. Kaesang Pangarep sebagai Direktur Utama Klub memang menargetkan timnya bisa promosi ke liga teratas pada tahun ini. “Liga 1 Harga Mati,” ucap Kaesang Pangarep dalam tweet-nya setelah resmi menjadi bagian dari Persis Solo.

Selain karena artis-artis ini cinta terhadap sepak bola, tidak menutup kemungkinan klub sepak bola yang dimiliki ini menjadi ladang bisnis yang baru bagi mereka. Salah satu pemilik klub Sepakbola yaitu Raffi Ahmad dan Ruddy Salim pun membocorkan nilai investasi yang mereka keluarkan untuk membangun RANS Cilegon FC ini mencapai angka 300 Miliar. Angka yang tidak sedikit memang, karena itulah bagaimanapun juga sebagai pebisnis, mereka harus bisa mengelolanya sehingga dapat menghasilkan sebuah keuntungan. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh Raffi Ahmad sebagai artis yaitu menggabungkan sepakbola dengan dunia hiburan. Sangat jarang dilakukan memang, di mana pemain sepak bola yang tugasnya bermain bola di lapangan harus membanting setir untuk uji nyali di tempat angker yang menyeramkan. Inilah salah satu program kreatif dari RANS FC yaitu PenelusuRANS yang mengajak pemainnya untuk uji nyali di tempat-tempat angker.

Gebrakan awal oleh Raffi Ahmad mengakuisisi klub bola seakan membangunkan artis-artis yang lain untuk memiliki klub bola juga. Akhirnya artis semacam Gading Marten, Atta Halilintar dan juga Kaesang Pangarep pun ikut mengelola klub sepak bola. Semakin maraknya hal ini, seakan muncul pertanyaan serius atau cuma ikut-ikutan saja? Dengan misi mengangkat prestasi sebuah tim tersebut, bagaimana jika akhirnya tim tersebut gagal berprestasi dan malah berujung turun kasta?. Apakah mereka masih mau untuk berkorban demi sepak bola Indonesia? Atau malah memilih untuk meninggalkan dan beralih ke bisnis yang lebih menguntungkan lainnya?. Tidak ada yang tahu, yang pasti semua pecinta sepak bola berharap dengan adanya artis yang turun ke dunia sepakbola bisa menjadikan klub-klub di Indonesia dikelola lebih baik lagi. Pengalaman sebagai artis bisa menumbuhkan ide-ide baru untuk bagaimana menggunakan konsep dan pendekatan bisnis yang berbeda dalam mengelola klub secara profesional.

READ  Tiger Woods: 10 Tahun Kehancuran Karir Legenda Golf
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait