Stadion Gajayana: Stadion Tua Namun Tetap Berdiri Kokoh

Dipublikasikan oleh Olivia Annisa
Reading Time: 4 minutes

Umpanbalik.id – Stadion Legend Malang ini termasuk kedalam stadion tertua di Indonesia, dibangun sejak tahun 1924 dan rampung pada tahun 1926. Stadion Gajayana memiliki daya tampung kurang lebih 25 ribu penonton, pada tahun 1990-an Gajayana semakin gencar direnovasi namun tidak seutuhnya merombak bentuk awal. Stadion yang terletak di Klojen ini juga merupakan markas utama klub kebanggaan Malang, yakni Arema FC.

Stadion tertua ini masih berdiri kokoh dan berdampingan dengan fasilitas kolam renang Gajayana, serta disisi baratnya terdapat pusat perbelanjaan Mall Olympic Garden. Fungsinya sebagai markas klub kesayangan masyarakat Malang, tentu menjadikannya memiliki nilai historis. Stadion Gajayana menjadi saksi bisu dari loyalitas Arema dan rasa nasionalisme Aremania dalam menunjukan gaungnya. Sayangnya saat ini, Stadion Gajayana cukup banyak kehilangan pamor dan tak lagi menjadi lanjutan cerita panjang perjuangan Arema. Sebab, Stadion Kanjuruhan dianggap lebih strategis untuk dijadikan kandang latihan Klub Singo Edan. Stadion Kanjuruhan yang dibangun tahun 2004 sendiri merupakan stadion yang telah memenuhi standar FIFA dengan daya tampung 40 ribu penonton.

Saat ini, pengelolaan Stadion Gajayana masih dipegang oleh pemerintah Kota Malang. Tersirat kabar di tahun 2018 Arema ingin mengambil alih pengelolaan dengan kembali menjadikannya rumah bagi atlet-atletnya. Namun sayangnya, kabar ini hanya lewat begitu saja. Dikutip dari Indosport.com, sejak tahun 2017 Pemkot Malang telah mengumpulkan anggaran untuk renovasi stadion agar dapat menampung muatan 60 ribu penonton serta mempertahankan nilai historis dari legendnya stadion satu ini.

“Stadion Gajayana tetap dirawat dengan baik, meski saat ini penggunaanya sedang vakum karena setiap perlombaan terbatas oleh pandemi. Tetapi stadion tetap dijaga dan dibersihkan secara berkala,” ujar Farida Kepala Sub Bagian Keolahragaan Disporapar Kota Malang. Maklum saja semenjak pandemi segala kegiatan olahraga harus terpaksa terhenti, termasuk penggunaan Stadion Gajayana yang semakin sunyi karena tak ada pertandingan di dalamnya. Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata yang menepati lantai dasar stadion, mengungkapkan akan terus menjaga wajah historis dari stadion tertua di Indonesia ini. Selain menjadi bentuk nyata kenangan dan sejarah bagi Warga Malang, stadion ini tidak hanya dapat digunakan para pemain sepakbola. Melainkan Stadion Gajayana juga diharapkan dapat menampung berbagai cabang olahraga yang membutuhkan home base latihan. Seperti apa wajah stadio tertua di Malang ini?

“Wajah sisi selatan Stadion Gajayana dengan warna Merah, Hijau dan Birunya sebagai lambang kemegahan.” – Umpanbalik.id/M.Khoiruzzein

“Sisi Tribun Ekonomi yang baru ditambal dengan cat biru yang baru.” – Umpanbalik.id/M.Khoiruzzein

“Tribun Utama tampak luntur karena keroposnya cat-cat pada lapisan tempat duduk penonton.” – Umpanbalik.id/M.Khoiruzzein

“Sisi samping tribun utama yang dihiasi bercak-bercak putih.” – Umpanbalik.id/M.Khoiruzzein

“Lorong VIP, jalur munculnya para pemain sepakbola.” – Umpanbalik.id/M.Khoiruzzein

“Tampak dari sisi kiri Stadion Gajayana.” – Umpanbalik.id/M.Khoiruzzein

“Rumput hijau simbol historikal laga pertandingan.” – Umpanbalik.id/M.Khoiruzzein

“Kemegahan Podium Utama Penonton.” – Umpanbalik.id/Defrico Alfan

“Papan skor tua milik Gajayana, pengunggah keberhasilan dan kekalahan berbagai klub.”
– Umpanbalik.id/Defrico Alfan

“Singgasana pelatih dan kursi panas tempat menunggu pergantian pemain, sederhana dan memuai ditandai dengan busa yang mengepul keluar.” – Umpanbalik.id/Defrico Alfan

“Kapur Putih penanda jalur lari bagi atlet.” – Umpanbalik.id/Defrico Alfan

“Kekokohan Stadion Gajayana tetap memerlukan perawatan rutin agar tak padam pamornya.” – Umpanbalik.id/Defrico Alfan

READ  Photo Story: Nostalgia Era Lampau, Upaya Menjaga Olahraga Tradisional di Era Modern
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait