Fabrice Muamba, Sempat Pingsan dan Mati Suri

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 4 minutes

Umpanbalik.id – Tidak pernah terbayang Fabrice Muamba ternyata akan memulai cerita ‘menakjubkan’ pada hari pertandingannya melawan Tottenham Hotspur. Saat itu, pertandingan di White Hart Lane menjadi saksi Fabrice mati suri selama 78 menit setelah pingsan di lapangan. Jika berada pada karya fiksi, pasti malaikat pencabut nyawa sudah terlihat mendampingi Fabrice sambil menunggu kapan ia akan melaksanakan tugasnya. 

Pada hari kejadian, pagi Fabrice Muamba dimulai dengan rutinitas seperti biasa yang hanya dibedakan dengan perasaan semangatnya karena akan bertanding bersama tim melawan Tottenham Hotspur. Pagi itu Fabrice berbicara dengan ayahnya yang baru saja mendapat tiket pertandingan, serta saudara laki-lakinya yang akan ikut menonton di stadion White Hart Lane tempat ia bertanding. Dibatasi dengan layar kaca, tunangan dan anaknya pun turut menyaksikan pertandingan besar itu lewat televisi di rumah.

Ketika sampai di stadion, Fabrice Muamba bergegas masuk ke ruang ganti, saling bertukar sapa dengan anggota tim, memulai pemanasan serta persiapan sebelum memulai pertandingan. Riuh penonton telah memenuhi seluruh stadion, ramai-ramai saling berseru menunggu kehadiran para pemain di lapangan hijau. Semua orang sudah siap di posisinya masing-masing, dan kaki-kaki para pemain langsung bergerak lincah begitu wasit memberi aba-aba dimulainya pertandingan.

Kronologi Kejadian Jatuhnya Fabrice Muamba

Sumber: independent.co.uk. Tim medis sedang melakukan pertolongan pertama dan para pemain yang khawatir dengan kondisi Fabrice.

Semuanya berjalan normal sampai pada saat Fabrice Muamba, seorang gelandang jebolan Akademi Arsenal jatuh seperti pohon tumbang di tengah lapangan. Pertandingan yang sedang berjalan pada menit 41 itu menjadi ricuh ketika Fabrice jatuh terengah-engah sambil tengkurap. Rafael Van der Aart, lawan dari Spurs menyadari hal itu dan langsung memberi isyarat kepada tim medis yang berdiri di pinggir lapangan.

READ  Takeshi Kamura: Peringkat 6 Dunia Tak Tampil di Sudirman Cup, Ternyata Putuskan Gantung Raket

Bolton Andy Mitchell, seorang fisioterapi dari Spurs yang pertama kali melihat insiden itu dan langsung menyadari ada hal yang aneh ketika Fabrice jatuh. Itu jelas bukan cedera fisik karena Fabrice tidak terlihat menopang badannya dengan tangan. Andy pun segera berlari secepat mungkin ke tengah lapangan diikuti oleh dokter Mughal dan dokter Jonathan Tobin.

“Ketika kami sampai di sana, Fab sudah tidak sadar diri,” ungkap dr. Jonathan Tobin ke Sportbible.

Jonathan Tobin juga melanjutkan memberi pernyataan tentang kejadian hari itu. “Saat itu aku dan tim medis lainnya mencoba untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Dokter Mughal dari Spurs dan aku saling memandang satu sama lain. Kami tidak mengatakan apa-apa tetapi kami benar-benar berpikir, ‘Apakah mungkin kita akan melakukan resusitasi di tengah lapangan serta di depan 36.000 penggemar di White Hart Lane, yang di sisi lain banyak pemirsa global menonton dari rumah?’ Tapi kami sadar, kami harus segera melakukan ini untuk menyelamatkan nyawa Fabrice.”

Setelah badan Fabrice dibalik oleh dokter Mughal, butuh 67 detik di tanah sampai Fabrice menerima CPR. Selama beberapa detik kemudian, para dokter meletakkan defibrillator di dadanya untuk mencoba menghidupkan kembali jantung Fabrice.

Pada saat yang sama, teriakan di stadion telah berubah menjadi seruan nama Fabrice Muamba yang bermaksud memberi semangat. Gema dalam stadion seakan bertindak untuk menyampaikan harapan terbaik bagi Fabrice Muamba. Setelah beberapa menit dilakukan tindakan tersebut, ironisnya jantung Fabrice tidak kunjung kembali berdetak.

Para pemain menyadari bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi dan seketika suasana stadion menjadi sangat mencekam. Mereka mulai terduduk dan terdiam di sekeliling Fabrice. Satu dua penonton mulai menangis, disusul dengan belasan penonton lainnya. Stadion pun mendadak sunyi ketika Fabrice Muamba dibawa keluar menuju ambulan.

READ  Highlight Top Goals Liga Spanyol Pekan Ke-18 La Liga 21/22

Keberuntungan Fabrice Muamba

Sumber: SportBible. Dukungan serta doa kesembuhan dari para penggemar selalu mengelilingi Fabrice Muamba.

Meski telah berhenti berdetak, para dokter dan tim medis lainnya masih terus berusaha untuk mengembalikan nyawa Fabrice. Di sinilah keberuntungan Fabrice mulai terlihat. Ketika itu, sedang ada seorang dokter spesialis jantung yang menonton pertandingan karena keponakannya tidak bisa menghadiri pertandingan walaupun tiket terlanjur dibeli. Dokter bernama Andrew Deaner itu segera lari dari tempat duduknya dan memohon masuk ke ambulan untuk ikut bergabung membantu menyelamatkan nyawa Fabrice.

Seperti yang dikutip dari The Guardian, setelah keluar dari stadion Fabrice direncanakan menuju Middlesex Utara yang jauh lebih dekat dari White Hart Lane. Namun, atas pengamatan dokter Andrew Deaner, Fabrice Muamba harus dibawa ke London Chest Hospital in Bethnal Green yang jaraknya lebih jauh delapan mil.

“Saya hanya bisa membayangkan bahwa itu semua berkat pada Dr Deaner, karena dia bekerja di sana, dan tahu bahwa Muamba membutuhkan peralatan spesialis di Bethnal Green. Yang menakjubkan adalah dia membujuk ambulans untuk mengubah rencana: petugas ambulans biasanya tidak suka melakukannya. Tapi itu penting, saya pikir. Bethnal Green memiliki peralatan yang dapat membuat perbedaan besar. Ambulans tidak memilikinya, dan rumah sakit lain tidak akan memilikinya,” ujar Profesor Sanjay Sharma, seorang cardiology specialist di St George’s University Hospital, London.

Perjalanan dalam ambulans pun sangat menegangkan karena para dokter memberi perawatan sangat intensif. Setelah perjalanan 40 menit di ambulan serta diberi alat kejut selama 15 kali akhirnya jantung Fabrice berdetak kembali. Totalnya selama 78 menit Fabrice Muamba telah mati suri.

Kejadian ini terpaksa membuat Fabrice Muamba harus gantung sepatu karena kondisi jantungnya yang sudah tidak baik lagi. Setelah pensiun di usia 24 tahun, Fabrice melanjutkan pendidikannya dan memperoleh gelar BA dalam Jurnalisme Olahraga. Seperti yang dilansir dari situs Kumparan, setelah itu Fabrice mendapat sertifikat kepelatihannya yang kemudian melatih pemain di bawah 16 tahun di Manchester Development Club.

READ  Lima Pemain Bersinar di Kejuaraan BWF World Championship 2021
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait