Cody Simpson: Double Job Antara Atlet Renang dan Musisi

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

sumber: Getty Images. Rute Cody Simpson saat uji kualifikasi Olimpiade Australia.

Umpanbalik.id – Belum pudar kehebohan asmaranya dengan Miley Cyrus, musisi global terkenal ini ternyata masih gemar memberi kejutan untuk para penggemarnya. Cody Simpson telah berbelok arah cukup tajam dari karir musisinya selama belasan tahun, demi menuntaskan hasratnya di kolam renang dan meraih impian yang belum tercapai sebagai seorang atlet renang.

Bukan menghilang dari karir musisinya, namun Cody Simpson saat ini sedang ingin menumpahkan fokus utamanya kepada atlet renang. Sebenarnya renang bukan hal yang baru bagi Cody Simpson. Kedua orang tuanya pernah mewakili Australia dalam bidang renang, yang mana Simpson juga pernah menjuarai National Age Group Champion sebagai atlet renang pada usia 13 tahun.

Ketika bakat sebagai atlet sedang berkembang, Simpson juga memiliki talenta lain dalam hidupnya. Kecintaannya kepada musik memberi kesempatan untuk melangkah menuju Los Angeles setelah mendapat tawaran untuk kontrak rekaman. Sayangnya, renang dan musisi merupakan hal yang bertolak belakang, dan untuk sementara ia harus rela melepaskan salah satunya. Simpson memilih sebagai musisi dan berjalan perlahan meninggalkan kolam renang.

Tidak tanggung-tanggung, Simpson sangat bersinar di jalan pilihannya sebagai musisi. Sampai saat ini, dia telah menyelesaikan tiga album studio, memenangkan sembilan penghargaan, tampil di Broadway, dan bahkan mengambil bagian di acara TV seperti Dancing with the Stars dan The Masked Singer.

Namun, kesuksesan tersebut belum cukup mampu untuk menghilangkan passion-nya sebagai atlet renang. Seakan, kolam renang masih terus mengusik dirinya.

Performa Cody Simpson sebagai Atlet Renang

sumber: Instagram/CodySimpson. Foto yang diunggah ketika ia mengumumkan akan mengikuti olimpiade renang.

Bulan Desember 2020 lalu, Cody Simpson secara mengejutkan telah mengumumkan lewat Instagram pribadinya bahwa ia sedang mempersiapkan diri sebagai atlet renang yang akan mengikuti kejuaraan Olimpiade Tokyo 2020, yang akan dilaksanakan pada 2021 ini. Penyanyi berusia 23 tahun ini sebelumnya memang belum pernah berbicara tentang atlet renang kepada publik. Tentu hal ini membuat heboh para penggemar olahraga dan musik. Setelah 10 tahun hiatus, Simpson memutuskan untuk terjun kembali ke kolam renang.

READ  Tangan Dingin Roberto Mancini Ketika Genggam Italia

“Tumbuh di dalam kompetisi renang, saya harus memutus karir setelah menjadi juara Australian di usia 13 tahun karena panggilan bermusik yang tak dapat ditolak. Sekarang, 10 tahun kemudian, di sinilah saya kembali. Selama bertahun-tahun ada api yang terus menyala dalam diri saya yang mendorong untuk kembali menjadi atlet renang,” ujar Simpson lewat takarir pada akun Instagramnya yang dikutip dari Skor.id.

Pada saat pengumumannya tersebut, ternyata Simpson yang baru lima bulan kembali ke air telah memenuhi syarat uji coba untuk mendapatkan tempat pada olimpiade Australia tahun depan. Perolehan skornya cukup spektakuler yang mana telah tercatat waktu 54,9 detik untuk nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Selain itu, Simpson juga berada di bawah bimbingan pelatih terkenal bernama Brett Hawke.

Dikutip dari Skor.id, Brett Hawke menjelaskan bakat alami yang masih dimiliki oleh Cody Simpson. “Ini gila. Saya belum pernah melatih atlet yang hiatus cukup lama bahkan membiarkannya lomba sejak saya berusia 13 tahun. Jadi, (pekerjaan rumah) kami harus menurunkan catatan waktu (Simpson) hingga tiga detik. Jika Anda memahami renang, itu bukan angka yang mudah untuk diturunkan dalam satu musim.” 

Seperti yang tertulis pada situs resmi Olympic, kemajuan pada kemampuan Cody Simpson lebih dari cukup untuk ukuran atlet yang baru kembali setelah 10 tahun. Beberapa bulan yang lalu ia juga telah mengikuti final terbuka pertamanya dalam kejuaraan Renang Australia di Gold Coast dan Simpson berhasil menduduki finish kesembilan dari sepuluh atlet.

Bukannya bersikap sombong dan tinggi hati, Simpson juga masih sadar bahwa perjuangannya masih seujung kuku dan masih terbentang rintangan yang cukup sulit kedepannya. Ketika diwawancara oleh Olympic Channel, Simpson merasa inilah waktu yang tepat untuk memulai karir barunya. “Banyak orang bilang, ‘Anda tidak akan pernah melakukannya. Anda tidak cukup cepat karena terlalu lama hiatus. Anda tidak akan cukup bagus’. Padahal (motivasi) saya tidak sebatas itu saja,” katanya.

READ  Dewangga, Bek Timnas Indonesia yang Menepis Peluang Kemenangan Final Piala AFF 2020

Tentu sinarnya sebagai musisi bintang dunia juga memiliki efek tersendiri untuk dunia olahraganya. Dilansir dari situs Olympic, kisah Cody Simpson telah menarik perhatian Amazon Prime Video yang merupakan raksasa dari layanan streaming. Pada 18 Mei, telah dikonfirmasi bahwa Simpson akan tampil bersama jajaran all-star olimpiade dalam seri dokumenter berjudul Head Above Water bersama Thorpe, Kyle Chalmers, dan Bronte Campbell. Seri dokumenter ini akan mengabadikan sesi latihan intens mereka menjelang olimpiade pada bulan Juni dan Juli.

Meski Simpson mulai fokus sebagai atlet renang, ia juga mengaku tidak akan meninggalkan dunia musisi. Simpson yakin bahwa dua peran tersebut dalam berjalan beriringan dalam dirinya. Jika pada tahun ini ia belum berhasil, baginya itu bukan masalah besar. Karena target realistisnya adalah tampil pada Olympic Paris ketika usianya 24 tahun nanti.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait