Tidak Untuk Dimakan, Sepatu Nike Terinspirasi Dari Cetakan Waffle

Dipublikasikan oleh Defrico Saputra
Reading Time: 3 minutes

Foto : Popularmechanics.com, sepasang sepatu nike yang terinspirasi dari cetakan waffle.

Umpanbalik.id – Pagi hari di tahun 1971, seorang pelatih atletik tengah menunggu sarapan buatan istrinya, Bill Bowerman namanya. Bosan menunggu, seketika tatapan matanya tertuju pada pola cetakan waffle yang berbentuk kotak-kotak. Pikirannya terbesit untuk dijadikan inovasi terhadap sepatu lari yang ia bayang-bayangkan selama ini. Apa salahnya jika sepatu olahraga memiliki bidang bawah seperti waffle? Unik bukan? Mungkin begitu pikirnya. Ia menduga bahwa itu akan mencengkram trek lari, tanpa harus khawatir licin ataupun terjatuh.

Di tahun yang sama, Bowerman dan anak didiknya sudah mendirikan usaha patungan, ia dan rekan bisnisnya tersebut menjual sepatu bernama Blue Ribbon Sports (BRS). Namun, ia hanya sebagai distributor dari produsen asal Jepang bernama Onitsuka Tiger yang kini menjadi  produsen ASICS. Sebelum terjun ke dunia bisnis pada tahun 1964, ia sudah memiliki perhatian khusus terhadap sepatu olahraga pada tahun 1950-an. Tidak hanya itu, ia juga pernah berbagi ide-ide uniknya lewat tulisan yang ditulisnya sendiri, untuk produsen-produsen sepatu lari saat itu. 

Namun sayang, ide idenya tidak digubris sama sekali. Ada sebuah quotes berbunyi, “Jika kamu lelah, belajarlah untuk beristirahat, bukan untuk berhenti.” – Banksy. Sama seperti bunyi dari quotes tersebut, Bowerman tak menyerah sampai di situ. Ia bahkan mencari relasi dengan seorang tukang sepatu lokal, untuk menambah ilmunya tentang pembuatan sepatu. Tak hanya membuatnya secara teknis, Bowerman juga diajarkan merancang sepatu hingga membuat sepatu dari tangannya. 

Phil Knight menjadi atlet pertama yang memakai sepatu buatan Bowerman, dilansir langsung dari situs resmi Nike. Alasan memilih Phil Knight menjadi orang pertama yang mencobanya, bukan tanpa alasan. Menurut Bowerman, sepatu ini cocok jika dicoba oleh pelari yang memiliki kemampuan standar seperti Phil Knight. “Jadi dia bisa menggunakan saya sebagai kelinci percobaan tanpa banyak risiko,” ujar Knight seperti dikutip situs resmi Nike. 

READ  5 Shooter Terbaik NBA: Jala Berbunyi, Riuh Penonton Berisi

Sebelum malam pertandingan tiba, Knight menyiapkan sepatu buatan Bowerman, untuk mencoba seberapa baik sepatu tersebut. Otis Davis, Rekan satu timnya pun penasaran setelah melihat sepatu yang dikenakan Knight dan ingin mencobanya. Melihat uniknya sepatu tersebut, tanpa pikir panjang, Otis Davis memutuskan untuk memakai sepatu tersebut pada pertandingan lari 400 meter di Olimpiade 1960. Davis kemudian menang dan mendapat medali emas. Melihat chance dari momen tersebut, Bowerman terus berinovasi membuat sepatu yang nyaman bagi para pelari. Ia memperhatikan detail lebar dan fungsionalnya, seperti tumit yang diperluas dan lain sebagainya. Ia berpikir bahwa menciptakan sesuatu yang istimewa, akan terjadi jika telah melakukan berbagai macam eksperimen. Ia kemudian bereksperimen dengan puluhan tekstil, seperti kulit rusa, kulit beludru, kulit kangguru, bahkan kulit ular. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan elastisitas dan ketahanan sepatunya. Inspirasi yang didapat pada tahun 1971 itu, menjadi momen yang sangat berharga bagi dirinya. Bak ketiban durian runtuh mengubah nasibnya, hanya dengan memperhatikan cetakan waffle. Pada 1974, Bowerman mendapatkan hak paten atas inovasi tersebut. 

Tak lama kemudian, kontrak BRS dan Onitsuka berakhir. Ia membuat produk sendiri dan mencetuskan Nike sebagai brand yang ia banggakan. Pada 1976, perusahaan tersebut mempekerjakan John Brown and Partners, yang berbasis di Seattle, sebagai biro iklan pertamanya. Tahun berikutnya, agensi tersebut menciptakan “iklan merek” pertama untuk Nike. Pada 1980, Nike telah meraih 50 persen pasang pasar sepatu atletik di Amerika Serikat. Perusahaan itu lalu go public pada Desember tahun itu juga. Dikutip dari Jurnal Tentang Sepatu NIKE, Suyadi Prawirosentono (2004:6) mengemukakan kualitas produk adalah keadaan fisik, fungsi, dan sifat suatu produk bersangkutan yang dapat memenuhi selera dan kebutuhan konsumen dengan memuaskan sesuai nilainya. Nike adalah perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat yang merupakan salah satu perusahaan sepatu olahraga terbesar di dunia paham bagaimana memberikan kesesuaian produk yang jujur dengan kebutuhan konsumen.

READ  Makna Selebrasi Para Bintang Sepakbola Dunia

Mendengar kisah unik dari Bowerman, bahwa sesuatu yang tak disangka-sangka bisa saja terjadi pada kalian semua. Bayangkan saja, cetakan waffle bisa berdampak besar bagi perusahaan sepatu ternama seperti Nike. Jadi, pesan yang bisa kita ambil ialah mengoptimalkan kesempatan menjadi sebuah peluang. Siapa yang tahu, bahwa nasib kita akan seperti Bowerman. Hanya memperhatikan sesuatu, akan menjadi “sesuatu” yang lebih besar pada akhirnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait