Hidup Sehat dan Menyenangkan Bersama Freeletics Surabaya

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

Source: Instagram/townsquaresurabaya
Anggota Komunitas Freeletics Surabaya berfoto bersama setelah melakukan workout.

Umpanbalik.id – Mestinya, tiap tubuh manusia membutuhkan olahraga yang teratur demi menjaga kesehatan. Namun masih banyak alasan-alasan klasik yang mampu menggugurkan niat untuk berolahraga. Imbasnya, kesehatan tubuh terganggu dan keinginan untuk berolahraga semakin menjauh. Demi menjawab persoalan itu, komunitas Freeletics Surabaya sengaja hadir di tengah masyarakat. Bersama-sama mengajak olahraga, dengan menyenangkan, tidak mengikat, dan tentunya menyehatkan. 

Bagi yang masih awam dengan olahraga, freeletics mungkin terdengar sedikit membingungkan. Jadi freeletics sendiri merupakan olahraga yang menggunakan body weight sebagai massa bebannya. Olahraga ini cukup simpel karena tidak memerlukan banyak alat bantu. Hanya butuh badan sendiri, maka olahraga ini bisa langsung dilakukan baik di luar rumah atau sebagai workout sendiri ketika berada di rumah.

Freeletics Surabaya memberikan wadah untuk masyarakat yang ingin berolahraga santai dan menyenangkan. “Komunitas kami dibuat sebagai tempat untuk mengembangkan bodybuilder. Seseorang yang mempunyai goals terkait body fit bisa mengikuti komunitas ini. Karena memang Freeletics Surabaya membuat campaign untuk kebugaran,” ujar Merlynana Susanto, Kapten 12 Weeks Freeletics Surabaya kepada Umpanbalik. 

Berdiri di ibukota Jawa Timur, komunitas Freeletics Surabaya ini sudah terbentuk mulai 28 Juni 2013 oleh Marfin Sapulete atau akrab dipanggil Bangmoks sebagai founder-nya. Bukan hanya ada di Surabaya saja, namun komunitas freeletics sendiri sudah tersebar di berbagai macam kota di Indonesia, misalnya di Malang, Makassar, Jogja, dan beberapa kota besar di lainnya. Awalnya, komunitas ini terbentuk karena adanya sebuah aplikasi freeletics dari Jerman. Para founder yang menggunakan aplikasi tersebut memutuskan untuk membentuk komunitas agar olahraga bisa dilakukan bersama.

READ  India Kecam Patung CR7, Niat Menginspirasi Malah Jadi Kontroversi

Tegar Rismanuar sebagai kapten running Freeletics Surabaya juga menjelaskan alasan lain terbentuknya freeletics kepada Umpanbalik. “Dulu awalnya ada juga gerakan kalistenik di Tangerang. Kalistenik ini versi advanced-nya dari freeletics karena secara gerakan dan repetisinya lebih berat. Karena campaign-nya ini terlalu berat, jadi lebih baik memakai freeletics saja yang lebih mudah, agar bisa lebih masif lagi penyebarannya.” 

Jika biaya dan banyaknya requirement biasanya menjadi halangan untuk melakukan workout di gym, komunitas ini memberi akses gratis dan bebas masuk kepada orang yang ingin melakukan olahraga. Namun, karena masih adanya pandemi COVID-19 diterapkan beberapa peraturan. Ketika pandemi seperti ini, jumlah peserta dibatasi menjadi 30 orang saja, wajib menaati protokol kesehatan, dan membawa peralatan pribadi untuk menjaga kesehatan bersama. 

Program Kegiatan Freeletics Surabaya

Source: Instagram/townsquare surabaya
Anggota Komunitas Freeletics Surabaya melakukan Morning Mass Workout di SUTOS.

Ada dua program utama yang dibuat oleh komunitas ini, yaitu lari dan mass weight. Intensitas dan jadwal pertemuannya pun diatur. Dalam seminggu, terdapat empat kali pertemuan, dengan masing-masing dua kali untuk jadwal mass weight dan dua kali untuk jadwal running bersama.

Program mass weight pun dibagi menjadi dua jadwal. Morning Mass Workout yang dilakukan tiap minggu pagi, dan Night Mass Workout tiap rabu malam. Jadwal tersebut disesuaikan dengan beberapa pertimbangan seperti kendala hari kerja. Gerakan olahraga pada komunitas ini juga menyesuaikan dari peserta. Jika ada peserta yang baru, nanti akan disesuaikan menu gerakannya, dan pastinya teman satu komunitas akan sigap membantu para pemula. Idealnya olahraga ini dilakukan selama satu jam.

“Karena freeletics ini termasuk olahraga high intensity impact training, jadi lebih fokus ke heart rate supaya pembakaran lemaknya bisa maksimal. Kalau satu sesi workout, dibagi jadi tiga kelompok. Pertama dynamic warming up untuk menaikkan heart rate. Lalu main course HIIT, setelah itu core dilanjut dengan cooldown,” kata Merlynana menjelaskan menu dalam sesi workout. 

READ  Alasan Kenapa Divers Harus Menyiram Badannya Sebelum Menyelam Lagi

Selain melakukan workout untuk kebugaran, komunitas ini juga mengadakan program running hari sabtu sore beserta technical class-nya pada selasa malam. Namun, ada beberapa kendala yang ditemui seperti campaign yang membutuhkan lebih banyak usaha, dan karena pandemi, venue ditutup yang menyebabkan kegiatan lari tidak berjalan maksimal karena harus dilakukan di jalan dengan adanya resiko kecelakaan.

Kepopuleran Freeletics Surabaya juga cukup santer terdengar di telinga masyarakat. Terbukti dengan antusias pendaftarnya yang selalu banyak. Bahkan sebelum adanya pandemi, komunitas ini bisa menerima lebih dari 50 peserta untuk melakukan workout bersama. Untuk tempat pelaksanaan program mass weight berada di Surabaya Town Square (SUTOS) dan untuk program running berada di Ciputra Surabaya.

“Beberapa campaign terus dijalankan sampai sekarang. Paling utamanya dilakukan publikasi lewat Instagram, grup Line, Facebook Freeletics Surabaya, word of mouth dan sharing antar peserta. Selain itu, ada juga jersey yang digunakan sebagai campaign dan identitas dari komunitas Freeletics Surabaya,” ujar Tegar Rismanuar menyebut tentang beberapa campaign yang telah dilakukan.

Walaupun sudah cukup populer, Freeletics Surabaya terus menyebarkan harapannya agar seluruh masyarakat Surabaya bisa ikut freeletics, agar kegiatan olahraga freeletics bisa dilakukan dengan lebih meriah, dan engagement yang semakin tinggi. Dengan gerakan-gerakan yang kecil, diharapkan bisa memancing rasa penasaran untuk mengetahui tentang komunitas ini.

Gimana Sobat Sport, sudah punya keinginan untuk join komunitas ini? Buat Sobat Sport yang tinggal di daerah Surabaya, bisa langsung cek Instagramnya @/Freeleticssub, untuk ikutan komunitasnya, yaa!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait