Susi Susanti: Ratu Pertama All England Indonesia, yang Tak Terkalahkan

Dipublikasikan oleh Ulfah Hasanah
Reading Time: 3 minutes

Umpanbalik.id – Susi Susanti bisa dibilang salah satu legend pemain badminton tunggal putri Indonesia. Seluruh pecinta badminton pasti mengenalnya, Susi Susanti menjadi salah satu kebanggaan yang pernah dimiliki Indonesia. Melalui prestasi yang diraihnya, menjadikan Susi Susanti sebagai bintang pada saat itu. Bagaimana tidak, dia berhasil mempersembahkan emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992. Kejadian tersebut tentu menjadi sejarah yang tidak terlupakan untuk Indonesia, dimana lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan dan bendera Merah Putih berkibar sejajar dengan bendera bangsa lain sejak Indonesia berpartisipasi dalam ajang olahraga tersebut.

Sumber: Rappler Foto by Tommy Cheng / AFP, Gaya ciri khas servis susi susanti

Selama menjadi atlet, Susi juga bisa dibilang memiliki ciri khas tersendiri dari gaya servis dan footwork-nya yang tiada tanding. Dilihat dari video yang di unggah Sport Legend R, gaya servis Susi dimulai dengan memegang shuttlecock dengan menatapnya tajam lalu kemudian ia mengayunkan raketnya yang membuat shuttlecock itu pun menjadi terbang begitu tinggi.

Dikutip dari CNN Indonesia, “Servis itu awal permainan jadi harus bisa dilakukan dengan baik. Gaya servis saya itu karena saya memang ingin mengendalikan sepenuhnya shuttlecock, jika seorang pemain melakukan servis dengan sekedarnya, maka sama saja membiarkan lawan leluasa mengambil kontrol pertandingan lebih dulu.” ucap Susi Susanti. 

Dalam video yang di unggah Sport Legend R juga kita bisa mengamati ciri khas footwork yang dilakukan oleh Susi Susanti. Susi bisa melakukan pergerakan yang sempurna di lapangan. Dia tidak pernah kesulitan untuk menjangkau shuttlecock dari arah manapun, hal itu karena lantaran footwork yang dilakukan Susi sangat sempurna. Dikutip dari CNN Indonesia, Susi bercerita, “Saat kecil dulu, Ayah lebih dulu mengajarkan footwork dan cara bergerak di lapangan, dibandingkan teknik memukul. Mungkin bagi orang yang melihat saya bermain di lapangan seperti orang yang sedang menari, namun dilakukan dengan cepat dan juga penuh tenaga.” 

READ  Keistimewaan Jadi Peluang, Mengenal Oddie Kurnia dan Sherly Si Atlet Difabel (Part III)

Susi Susanti atlet kelahiran Tasikmalaya ini bisa dibilang salah satu tunggal putri yang sering mengharumkan nama bangsa Indonesia semasa dia aktif bermain. Selain Olimpiade Barcelona 1992, Susi juga meraih gelar Juara World Championship pada tahun 1993, World Cup tahun 1989, Piala Uber 1994 dan 1996. Di kompetisi All England Susi meraih rekor luar biasa dimana ia berhasil meraih gelar Juara All England sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1990-1991 dan 1993-1994.

Sumber: Badminton Statistik, Susi Susanti satu-satunya atlet yang meraih gelar All England

Dilansir dari akun Instagram Badminton Statistik,  Susi Susanti merupakan atlet Indonesia pertama dan satu-satunya dari sektor tunggal putri yang berhasil meraih gelar All England. Dilihat dari daftar pemenang All England di nomor tunggal putri sampai saat ini, masih tidak ada perwakilan Indonesia yang berhasil meraih gelar All England kecuali Susi Susanti. Pada tahun 1997 Susi memutuskan untuk gantung raket setelah banyak mengantongi gelar juara. 

Prestasi dunia yang diraih oleh Susi Susanti bisa dibilang komplit, ia merebut lebih dari 100 gelar juara pada masa kejayaannya. Akan tetapi, ada satu gelar prestasi yang tidak pernah diraih oleh Susi Susanti yaitu gelar Asian Games. Dikutip dari salah satu wawancara Susi Susanti dalam jurnal sejarah, Susi Susanti pernah berkata, “Iya, memang mungkin seluruh kejuaraan saya pernah jadi juara. Asian Games yang belum pernah saya menangkan selama saya berkarir di olahraga Badminton. Kekecewaan pasti ada, tetapi kalau saya bisa menjuarai seluruh kejuaraan, berarti saya manusia yang sempurna. Ternyata memang saya hanya manusia biasa yang dapat merencanakan sesuatu, tetap Tuhan yang menentukan.” ungkapnya.

READ  Mengenal Loh Kean Yew, Penyumbang Juara Dunia Bulutangkis Pertama untuk Singapura

Semenjak Susi memilih gantung raket badminton, sektor tunggal putri Indonesia bisa dibilang mengalami penurunan yang drastis. Tidak ada perwakilan sektor tunggal putri Indonesia yang berhasil masuk 20 besar di Badminton World Federation (BWF). Dari data ranking Badminton World Federation, sektor tunggal putri Indonesia  berada di nomor 39 (Fitriani), dan 42 (Ruselli Hartawan). Nomor tersebut bisa dibilang masih sangat jauh untuk perwakilan sektor tunggal putri Indonesia bisa meraih gelar juara All England kembali. Akan tetapi, harapan Indonesia terhadap kedua atlet perwakilan tunggal putri Indonesia tersebut bisa kembali membawa kejayaan Indonesia di sektor tunggal putri olahraga badminton

Maka dari itu, sampai saat ini belum ada pemain badminton tunggal putri yang mampu menyamai gelar prestasi juara Susi Susanti. Dari banyaknya gelar juara yang Susi Susanti dapatkan tersebut ia layak dinobatkan sebagai Ratu Badminton Indonesia dan tidak pernah tergantikan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait