Olahraga Golf: Antara Gaya Hidup dan Harga Diri Kaum Papan Atas

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 4 minutes

Photo by Mick Haupt on Unsplash, Seorang Golfer sedang Bermain di Lapangan Golf.

Bermacam stereotip golf telah tertanam di kepala masyarakat, mulai dari identik dengan kaum elit, olahraga mahal, sampai aktivitas lobbying pejabat yang berkuasa. Golf, sebuah olahraga eksklusif yang tampaknya sulit dicicipi oleh masyarakat biasa.

Kembali ke masa lalu sebentar, olahraga golf disebut-sebut berasal dari Skotlandia. Ketika itu, ada penggembala Skotlandia yang memukul batu kecil memakai tongkat ke sebuah lubang kelinci. Saat ini, lokasi penggembala tersebut telah menjadi The Royal and Ancient Golf Club of St Andrews, sebuah klub golf tertua di dunia yang juga merupakan klub khusus anggota pribadi yang berada di St Andrews, Skotlandia.

VICE Indonesia menuturkan, di Indonesia sendiri citra golf sebagai alat pendekatan kekuasaan para kaum elit sudah terbentuk sejak zaman orde baru di sebuah klub golf tertua, yaitu Jakarta Klub Golf. Para pejabat elit Indonesia contohnya Soeharto, Mohammad Hatta, serta Ahmad Soebardjo merupakan lingkaran elit yang memiliki relasi di Jakarta Klub Golf.

“Ketika Suharto main golf, maka pejabat di bawahnya akan ikut. Ini terjadi lantaran mereka ingin menggunakan golf sebagai sarana bertemu dengan Soeharto sekaligus membangun mobilitas sosial ke atas, dengan kata lain kekuasaan,” ujar Andi Achdian, seorang sejarawan kepada VICE.

Tentunya bukan hanya pejabat berkuasa saja yang bisa memainkan golf. Masyarakat kelas atas dengan gaya hidup yang mewah pun kerap memilih golf sebagai olahraga ataupun sekedar hobi untuk kepuasaan diri.

Menurut dosen sekaligus praktisi psikologi Universitas Atma Jaya pada CNN Indonesia, seseorang yang melakukan olahraga mahal bisa karena ingin menghabiskan uang dari sisi mahal tersebut. Kegiatan yang mahal itu disebut sebagai kebutuhan diri sendiri untuk menambah value harga diri demi pandangan orang lain.

READ  Tiger Woods: 10 Tahun Kehancuran Karir Legenda Golf

“Sebenarnya kalau dicek lagi, isi dari hobi tersebut bisa sama saja dengan orang lain. Namun value yang ada di mata orang lain itu lebih dan itulah yang dibeli oleh orang ini, yang dikejar oleh orang tipe ini adalah ‘mahal’ nya. Logikanya mana ada yang mau keluar uang banyak kalau tidak ada efeknya?” ujar Vierra, dosen dari Universitas Atma Jaya itu kepada CNN Indonesia. 

Sebab Olahraga Golf Mahal

1. Harga Peralatan Golf

Photo by Martin Magnemyr on Unsplash, Ilustrasi satu set perlengkapan golf.

Untuk satu stik golf sendiri, harga paling murah yang ditawarkan adalah Rp1 juta lebih. Di dalam permainan golf, satu set alat membutuhkan 14 stik golf yang bisa sampai menyentuh Rp20 jutaan. Dikutip dari Tempo.co, harga seperangkat alat golf merek The New XXIO eleven yang baru dirilis menyentuh Rp 38 juta.

2. Sewa Lapangan

Photo by Catharina Short Sundberg on Unsplash, Lapangan Golf di Swedia.

Harga untuk menyewa satu lapangan golf memang cukup mahal karena besarnya lapangan. Berdasarkan Tempo.co, misalnya menyewa di Pondok Indah Golf Course pada akhir pekan, maka membutuhkan uang sebesar Rp2,3 juta sekali putaran penuh atau 18 lubang dengan harga member.

Pengelola lapangan juga harus selalu memastikan kondisi lapangan tetap terawat dan memikirkan keberadaan pohon-pohon di sekitar lapangan yang memengaruhi tiupan angin yang nantinya juga berimbas terhadap laju pergerakan bola golf.

3. Butuh Waktu yang Lama untuk Mengasah Kemampuan

Photo by Courtney Cook on Unsplash Ilustrasi Pemain Golf dan Pelatih (Caddy).

Kemampuan untuk mengasah skill golf butuh waktu yang tidak sebentar. Jika ingin lebih mahir, biasanya seseorang akan mengikuti kursus pelatihan. Perlu biaya yang lebih banyak lagi ketika menyewa pelatih. Belum lagi ditambah iuran tahunan jika jadi member serta harga peralatan dan sewa lapangan yang cukup merogoh kocek.

READ  Sang Legend Sir Alex Ferguson dan Permen Karet Mahalnya

Harga semahal itu, sebenarnya manfaat olahraga golf itu apa aja sih? Apakah se-worth it itu?

Tentunya akan sangat rugi jika pengeluaran yang mahal tadi tidak mendapat efek apapun bagi diri sendiri. Manfaat golf selain lobbying atau panjat sosial, pastinya mempunyai segudang khasiat untuk tubuh.

Menurut studi yang dilansir dari Tempo.co, Dr Guy L. Mintz, Direktur Kesehatan & Lipidologi Kardiovaskular, Rumah Sakit Jantung Bass Sandra Atlas, Manhasset, New York, mengatakan bahwa berjalan di lapangan golf setara dengan aerobik. Jika berjalan tidak menggunakan mobil dan membawa peralatan sendiri, akan membantu untuk membakar hingga 1000 kalori. 

Manfaat lainnya adalah baik untuk menjaga jantung, aktivitas bermain golf dapat memompa jantung lebih baik, menjaga agar tetap memompa secara teratur. Sekaligus meningkatkan aliran darah yang akan berakibat menurunkan resiko penyakit jantung dan menghilangkan kolesterol lemak jahat. 

Selain itu karena bermain di alam terbuka, golf mampu membantu untuk merawat kesehatan mental serta menjaga otak agar mengurangi resiko terkena penyakit demensia.

Golf Saat Pandemi COVID-19

Pada masa pandemi di Indonesia, ternyata popularitas golf meningkat cukup signifikan. Tren golf juga menjadi pilihan masyarakat karena olahraga ini terbilang cukup aman dengan menerapkan physical distancing serta permainan yang dilakukan di lapangan terbuka yang cukup luas. 

Menurut survei dari Jakpat pada website Databoks, golf menjadi salah satu pilihan aktivitas populer selama pandemi sebesar 3,3%. Bahkan data internal dari Tokopedia yang dikutip dari Tirto.id menyebutkan transaksi pembelian alat golf melambung lebih dari tiga kali lipat. Kenaikan jumlah pembelian ini bisa ditelisik melalui aspek ekonomi. 

Seperti jurnal yang ditulis oleh Dosen Universitas Pendidikan Indonesia, aktivitas terbatas di rumah mengakibatkan perubahan perilaku pembelian pada konsumen. Kemudahan mengakses keinginan menguatkan emosional konsumtif untuk berbelanja demi penampilan status sosial serta mengikuti tren. Tentunya aktivitas konsumtif ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang mempunyai kemampuan finansial yang stabil. 

READ  TIGER WOODS: Berbagi Kenangan dengan Gadis Pasien Kanker “Luna Perrone”

Ibaratnya, olahraga golf ini agak unreachable buat kaum pas-pasan. Rentetan biaya yang sangat mahal, akan sulit untuk menggapai kantong yang tidak pernah kelebihan uang di dalamnya. 

Gimana Sobat Sport tertarik menabung untuk mencoba olahraga satu ini?

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait