Penalti Panenka: Antara Mempermalukan atau Dipermalukan

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 4 minutes

Sumber: goal.com, Tendangan panenka Aguero yang berhasil ditepis oleh Mendy beberapa waktu lalu

Umpanbalik.id – “Ibarat pedang bermata dua”. Penalti panenka merupakan salah satu teknik penalti yang ampuh untuk ‘membunuh’ lawan. Tetapi bisa jadi malah kita yang ‘terbunuh’ akibat teknik itu sendiri. 

Masih hangat untuk dibahas ketika Sergio Aguero gagal melakukan tendangan penalti saat Manchester City berhadapan dengan Chelsea pekan lalu. Ya, Aguero merupakan salah satu contoh pemain yang ‘terbunuh’ dengan tekniknya sendiri. Memang dibutuhkan mental yang kuat, skill yang mumpuni, dan juga kepercayaan diri yang yang tinggi untuk menyelesaikan tendangan tersebut. Jika berhasil, tendangan ini bakal terlihat berkelas dan keren saat kiper yang menunduk malu berbanding terbalik dengan penendang yang bangga dengan tendangannya.

Sejarah Teknik Penalti Panenka

Sumber: cnn, Antonin Panenka pencetus tendangan panenka

Mari memutar waktu 45 tahun kebelakang. Tepatnya pada tahun 1976 dimana final Piala Eropa yang diselenggarakan di Yugoslavia merupakan saksi pertama terjadinya tendangan ini. Kala itu, Cekoslowakia yang berhadapan dengan Jerman Barat harus bermain hingga babak adu penalti setelah hanya bermain imbang 2-2 diwaktu normal. Pada laga final yang dihelat 20 Juni 1976 lalu tersebut empat pemain Cekoslowakia berhasil mencetak semua penalti, sedangkan Jerman Barat hanya mampu mencetak tiga gol saja.

Dengan hasil ini, Cekoslowakia unggul 4-3 dengan menyisakan Antonin Panenka sebagai algojo penentu kemenangan. Dengan ketenangan dirinya, Antonin Panenka sukses menjebol gawang hanya dengan mencungkil manja bola tersebut hingga mengecoh kiper Jerman Barat yang kala itu dijaga oleh Sepp Maier. Eksekusi penalti itulah yang akhirnya menjadi populer dan hingga saat ini orang-orang menyebutnya sebagai tendangan Panenka.

READ  Air Jordan, Merk Basket yang Merambat Ke Rumput Hijau

“Saya mengasumsikan bahwa lebih mudah berpura-pura menembak bola, kemudian mencungkil bola ke tengah gawang. Saya sudah melakukannya saat berlatih dan terbukti berhasil” Ujar Antonin Panenka dalam sebuah wawancara yang dikutip dari bolatimes.com

Ternyata ada cerita unik lain lagi dibalik tendangan fenomenal tersebut. Dimana Antonin Panenka yang menjadi pencetus tendangan tersebut bercerita ia sering taruhan dengan kiper Ivo Viktor dalam adu penalti. Tetapi Panenka sering kalah sehingga uangnya lenyap untuk membayar taruhan. Seperti yang dikutip dari panditfootball.com, Panenka berfikir bagaimana caranya untuk menaklukan seorang kiper tangguh, hingga akhirnya ia berfikir “Bagaimana kalau saya melambatkan sepakan dan menendang secara pelan ke posisi awal kiper berdiri?”

Dengan berlatih keras untuk menguasai teknik itu, setidaknya dua puluh sembilan tendangan dari tiga puluh percobaan berhasil dilakukannya. Akhirnya pada pertandingan penentuan itulah Antonin Panenka memberanikan diri untuk menunjukan tekniknya itu kepada dunia. Voila! Keberhasilannya otomatis membuat namanya menjadi seorang legenda. Mungkin tanpa penalti tersebut Antonin Panenka hanya seorang pesepakbola biasa yang menghabiskan 14 tahun karir sepakbolanya dengan membela klub medioker saja.

Penerus Tendangan Panenka

Hingga saat ini tendangan Panenka bisa dibilang sebuah teknik yang memiliki daya Tarik yang cukup tinggi. Para algojo panenka baik yang berhasil atau yang gagal akan lebih diingat namanya, apalagi tendangan tersebut dilakukan di momen-momen krusial seperti di piala dunia ataupun di pertandingan final sebuah kompetisi. 

Seperti yang dilansir dari ilmupedia.co.id, Berikut  merupakan pesepakbola yang mencetak sejarah dengan melakukan tendangan panenka dalam karirnya.

1. Sergio Ramos (Spanyol VS Portugal – Semifinal Euro 2012)

Sumber: tribuna.com, Panenka Sergio Ramos ke gawang Portugal di Euro 2012

Kala itu terjadi duel sengit yang mempertemukan Spanyol dan Portugal di Semifinal Euro 2012. Hasil imbang tanpa gol di waktu normal memaksa kedua negara tersebut melanjutkan pertandingan ke babak adu penalti. Salah satu algojo yang dipercaya oleh Spanyol ialah Sergio Ramos.

READ  Makna Selebrasi Para Bintang Sepakbola Dunia

Dengan ancang-ancang ingin melakukan tendangan yang keras, ternyata bek Real Madrid ini hanya mendorong dan sedikit mencungkil bola yang akhirnya mengelabui kiper Portugal yang kala itu dijaga oleh Rui Patricio. Berkat tendangan ini, Spanyol berhasil keluar menjadi juara setelah mengalahkan Italia di laga Final.

2. Zinedine Zidane (Perancis VS Italia – Final Piala Dunia 2006)

Sumber: joe.co.uk, Zidane berhasil menglabuhi Buffon dalam final piala dunia 2006

Berbicara tentang final piala dunia 2006 mungkin yang tidak bisa dilupakan oleh pecinta sepakbola adalah tandukan Zinedine Zidane kepada Marco Matterazi di penghujung laga yang mengakibatkan Zidane harus diganjar kartu merah oleh wasit. Tetapi tunggu dulu, di hari yang sama Zidane juga melakukan aksi yang tidak bisa dilupakan. Pada menit awal pertandingan Prancis yang bertemu dengan Italia mendapatkan hadiah penalti dari wasit.

Zidane sebagai algojo penalti tidak ragu melakukan aksi panenka ke gawang Italia meskipun dijaga oleh Gianlugi Buffon. Meski sempat menatap mistar gawang, tendangan tersebut berhasil menjadi gol untuk Perancis.

3. Andrea Pirlo (Italia VS Inggris – Perempat Final Euro 2012)

Sumber: startingeleven.id, Tendangan panenka Pirlo saat perempat final Euro 2012

Lagi-lagi dalam partai penting, Italia bertemu dengan Inggris di babak perempat final Euro 2012 yang diselenggarakan di Ukraina. Kedua tim yang memutuskan untuk memakai strategi bertahan akhirnya harus mengakhiri laga dengan skor 0-0 dan  wajib untuk melanjutkan pertandingan ke babak adu penalti. 

Andrea Pirlo yang kini menjadi legenda Italia saat itu dipercaya untuk menjadi salah satu algojo bagi negaranya. Berhadapan dengan kiper Timnas Inggris Joe Hart, Pirlo dengan tenang mendorong bola ke sisi tengah gawang dengan lembut yang akhirnya memperdayai Joe Hart.

READ  Dunia Komentator: Sarat Akan Riset, Tak Hanya Cuap-Cuap Belaka

Dalam kutipan artikel yang diunggah oleh laman resmi uefa.com, ia menjelaskan “I was 1,000% sure it would go in.” Antonin panenka menegaskan bahwa ia memiliki keyakinan yang tinggi untuk melakukan tendangan penalti dengan cara mencungkilnya akan berhasil mencetak gol. Akhirnya, 1000% keyakinannya dibayar dengan menjadikannya namanya abadi dan dikenang hingga saat ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

2 Komentar

Avi Sena · Senin, Mei 24th, 2021 pada 17:12:16

cukup dengan satu ciri khas penenka bisa jadi legenda. memang gokil tendangan penaltinya.

Avi Sena · Senin, Mei 24th, 2021 pada 17:13:29

Penalti Panenka memang paling mantap

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait