Mengapa ‘Love’ Berarti ‘Nothing’ dalam Tenis?

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: < 1 minute

Umpanbalik.id – Ketika tahun 1800-an, permainan tenis berkembang di Perancis yang mulanya digandrungi kalangan atas seperti raja dan bangsawan. Dalam permainan tenis, ada istilah unik dalam scoring yang bahkan masih dipakai sampai saat ini yaitu love. Kata love digunakan untuk menyebut nilai 0 pada permainan tenis. Ada dua sejarah unik yang diyakini tentang kenapa love berarti zero atau nothing.

Pertama, sebuah teori yang diyakini salah, namun masih populer sampai saat ini adalah teori telur. Dikutip dari artikel Merriam Webster, orang Perancis melihat angka nol sama seperti telur atau  l’œuf  (dibaca: Luff). Maka, ketika permainan tenis ini dibawa ke Inggris, para pemain tenis salah mengucapkan l’œuf menjadi love. 

Kedua, dilansir dari Tennis Companion, sebuah teori yang lebih bisa dipercaya berasal dari frasa “to play for love” (of the game) yang artinya tidak peduli jika tidak mencetak skor. Karena menang atau kalah, sebuah permainan tenis di lapangan dilakukan dengan tulus, bermain secara sportif, dan menghasilkan yang terbaik sudah merupakan bentuk cinta. Artinya, sebuah ekspresi yang menyiratkan usaha yang dilakukan karena cinta, bukan semata demi uang atau kepentingan yang lain.

READ  Novac Djokovic: Mengubur Mimpi Semata, Atau ‘Golden Slam’ Menjadi Nyata
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait