DBL Academy, Asah Skill Hingga Meroket Demi Potensi Junior Basket

Dipublikasikan oleh Defrico Saputra
Reading Time: 3 minutes

Foto: dblacademy.com, Salah satu antusias murid-murid disana dalam berlatih

Umpanbalik.id – DBL Academy, siapa yang tidak bangga melihat buah hati yang tengah mengekspresikan minat bakatnya? Pasti bangga bukan main. Melihat keinginan kuat dari sang anak, hati orang tua pun tergerak mencarikan tempat untuk mengembangkan potensinya. DBL Academy menjadi salah satu opsi untuk tempat belajar basket dari umur 7-18 tahun. Terletak di Jalan Ahmad Yani 88 Kota Surabaya, menjadi sekolah basket pertama terbesar di Indonesia. Sekolah basket ini didirikan oleh PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia dengan standar internasional. Bukan saja melibatkan para pelatih profesional, melainkan juga kurikulum dan fasilitas latihan kelas dunia.

Fasilitas yang ada di sekolah ini, sudah tidak diragukan lagi. Lapangan indoor yang ber-AC, lantai beralas kayu sesuai standar internasional (NBA), dan kenyamanan yang dirasakan oleh murid basket di sekolah ini. Ada dua area dalam DBL Academy, main court dan mini court. Uniknya lagi, ada sejumlah 14 ring basket yang bisa disetel naik-turun sesuai kebutuhan murid yang menjadi member sekolah ini. “Hadirnya DBL Academy ini saya harap bisa menjadi standar baru bagi fundamental basket di Indonesia,” kata pendiri DBL Indonesia, Azrul Ananda, dalam siaran pers yang diterima oleh Kompas.com.  

Tidak sampai disitu, DBL Academy juga menyediakan beberapa locker room dan shower room, yang bisa dimanfaatkan oleh setiap murid yang ada disana. Sewaktu latihan, mereka juga diajarkan sebuah “kedisiplinan” untuk menyimpan tas mereka secara rapi di dalam sebuah loker yang kosong terlebih dahulu, kemudian mereka diperbolehkan turun lapangan dan berlatih dengan giat. Ini menjadi metode yang sangat baik untuk para murid, agar mereka bisa membentuk sebuah tanggung jawab demi masa depan cerahnya. Shower room sendiri, dipergunakan untuk mandi setelah latihan usai, dan kembali segar setibanya di rumah masing-masing. Di sana juga terdapat mini gym dan lobby area untuk orang tua yang tengah menunggu buah hatinya berlatih.

Foto: dblacademy.com, Keseruan Program Nutrition Class dalam DBL Academy

Ada empat kategori dalam pembagian murid di DBL Academy yaitu, Hoops (7-9 tahun), Rookie (10-12 tahun), Starter (13-15 tahun) serta Elite (16-18 tahun). DBL Academy juga menerapkan sistem kurikulum yang ada di WBA (World Basketball Academy) bertempat di Perth, Australia, sebagai penunjang keefektifan dalam melatih murid murid disana. Program yang diajarkan meliputi Basketball Class, Character Building Class, dan Nutrition Class. Dalam kesempatan yang sama, murid-murid di sana pun berkesempatan mendapatkan bimbingan dari pelatih kelas dunia, Mick Downer. Downer kini menjabat sebagai technical director DBL Academy. Ada juga seorang point guard terbaik Indonesia, Dimaz Muharri, yang menjabat sebagai head coach. DBL Academy sangat memperhatikan perkembangan para muridnya, terbukti dari fasilitas yang diberikan, juga head coach dan assistant coach yang akan setia menemani mereka berlatih. Tentunya mereka sangat senang dalam akademi ini. Meski lapangannya cukup untuk 60 orang, DBL Academy membatasi hanya menerima 35 murid per kelas. Masing-masing akan mendapatkan bola basket, sehingga tidak perlu menunggu giliran berlatih shooting, dribble, passing, dan lain-lain.

READ  OPINI: Yakin Main Basket Bisa Menambah Tinggi Badan?

Mengutip dari Jurnal tentang Teknik Dasar Bola Basket UNY, keterampilan perseorangan seperti passing, dribbling, dan shooting, serta kerja sama tim untuk menyerang atau bertahan, adalah prasyarat agar berhasil dalam memainkan olahraga ini. DBL Academy memiliki wadah untuk mengasah skill individu yang diajarkan oleh coach-coach terbaik mereka. Hal-hal dasar seperti itu, menjadi bekal untuk murid-murid disana, agar memiliki basic skill yang matang ketika sudah terjun di level yang lebih menantang.

Gimana nih Sobat Sport, pasti tertarik, kan? Kalian bisa mendaftar di kelas reguler maupun premium. Biaya yang dikeluarkan dalam Regular class, mencapai Rp 1 juta rupiah untuk biaya registrasi dan Rp 1 juta rupiah lagi untuk SPP perbulannya. Sedangkan Premium Class, bisa mencapai Rp 4,5 juta rupiah, sudah termasuk biaya registrasinya. Wah, cukup merogoh kocek ya Sobat Sport. Namun, apalah yang lebih berharga dari berkembangnya minat bakat sang anak, kalau bukan support system dari orang tuanya sendiri, yang memberikan wadah untuk nya berkembang. Sebagai orang tua, kita harus memiliki awareness terhadap masa depannya,  sesuai apa yang mereka suka, hingga menjadi karakter yang dewasa di usia matangnya nanti. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait