Lari Jauh Tanpa Ngos-Ngosan, Kok Bisa?

Dipublikasikan oleh Ulfah Hasanah
Reading Time: 4 minutes

Umpanbalik.id – Source: Unsplash, Ilustrasi: lari pagi atau sore bersama teman-teman

“Bro lari yuk, keliling stadion bagaimana?”

“Boleh. Ayo lari, lama banget sudah nggak lari nih.”

Pernah nggak Sobat Sport punya teman yang baru beberapa menit lari sudah ngeluh capek, dan sudah ngos-ngosan? Pasti kebanyakan dari kita pernah mengalami kehabisan napas atau ngos-ngosan saat berlari. Lari memang olahraga yang paling mudah dilakukan, bisa dilakukan di mana saja dan tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Lari memang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan salah satu di antaranya yaitu meningkatkan kepadatan tulang dan meningkatkan sistem peredaran darah. Namun, kebanyakan dari orang-orang tidak bisa mengatur napas mereka dengan baik ketika sedang melakukan olahraga lari, sehingga akhirnya mereka jadi tidak kuat untuk lari kembali. 

Dalam sebuah jurnal fisiologi saat kita berlari kencang, frekuensi denyut jantung akan meningkat, semakin tinggi intensitas berlari maka jantung terasa berdetak lebih cepat, pernafasan pun juga akan terasa berjalan dengan lebih cepat. Maka, ini lah membuat seseorang bisa terengah-engah pada saat berlari.

Source: Unsplash, Ilustrasi: Kehabisan nafas saat berlari

Dikutip dari Halodoc, kehabisan napas saat berlari sebenarnya bisa disebabkan oleh berbagai macam hal salah satunya yaitu teknik berlarinya yang salah, asma atau faktor lainnya. Jadi, dalam olahraga lari, bernapas dengan benar adalah aspek yang sangat penting agar tidak merasa sesak napas. Ketika berlari, kebanyakan orang-orang hanya berpikir hanya mengandalkan kaki dan bantuan dari lengan saja. Padahal sistem pernapasanlah yang sangat penting untuk pelari. Siapa yang mampu membawa lebih banyak oksigen maka dia akan lebih kuat lari dibandingkan orang lain. 

READ  India Kecam Patung CR7, Niat Menginspirasi Malah Jadi Kontroversi

Dalam jurnal E-Biomedik, tanpa kita sadari jantung manusia tetap bergerak untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dengan meningkatnya aktivitas fisik seseorang saat berlari, maka kebutuhan darah yang mengandung oksigen akan semakin besar dan secara alami seseorang akan kehabisan napas. Selain itu paru-paru bekerja lebih keras untuk menyerap oksigen dari udara. 

Source: Unsplash, Ilustrasi: lari maraton, lari jarak jauh dengan santai dan nyaman

Agar bisa lari lebih jauh dan nyaman, mengatur pola pernapasan saat sedang berlari sangat efektif dan efisien agar oksigen dalam mengalir ke dalam otot. Untuk mengembangkan pola pernapasan ketika sedang berlari bisa dilakukan dengan mengoptimalkan ritme pernapasan. Dikutip dari detikhealth, berikut adalah langkah-langkah atau tips untuk mengoptimalkan ritme nafas agar bisa lari jauh dan tidak ngos-ngosan: 

1. Bernapas menggunakan mulut

Saat berlari, bernafas menggunakan mulut mungkin akan lebih banyak menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dibandingkan menggunakan hidung. Saat kita berlari dan bernapas menggunakan hidung, akan membuat otot-otot di wajah mengencang dan rahang cenderung mengeras. Sedangkan saat kita lari dan bernapas menggunakan mulut, akan mendorong otot-otot wajah untuk rileks dan akan menciptakan ketenangan dan lebih santai. Tetapi, jika merasa kehabisan napas maka perlambatlah sedikit larinya.

2. Gunakan pernapasan perut lebih sering

Saat sedang lari cobalah bernapas dari perut atau diafragma, bukan pernapasan dada. Cara melatih pernafasan perut bisa dilakukan dengan berbaring terlentang dan lihatlah gerakan perut saat bernapas. Jika pernapasan perut dilakukan dengan benar maka seharusnya perut naik dan turun setiap kali bernapas, sedangkan dada kurang bergerak. Maka cobalah teknik ini saat berlari. 

3. Mengambil napas pendek dan dangkal 

READ  Alasan Kenapa Divers Harus Menyiram Badannya Sebelum Menyelam Lagi

Saat berlari apabila menarik napas telalu panjang dan dalam bisa membuat seseorang tidak mampu berjalan jauh atau lama. Maka dari itu cobalah bernapas pendek dan dangkal sehingga lebih mudah mengatur napas saat sedang berlari.

4. Napas yang dilakukan berirama

Saat berlari hal utama yang harus diingat adalah sebaiknya menarik dan mengeluarkan napas secara konsisten atau berirama, terlepas dari seberapa cepat seseorang berlari. Contohnya ada orang yang setiap dua langkah lari baru mengambil napas, tetapi ada juga orang yang 3 langkah setiap napasnya. Pola ini disesuaikan dengan kondisi tubuh, karena setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda.

5. Dengarkan napas Anda

Saat berlari pasti bisa mendengarkan napas kita sendiri menggunakan telinga untuk mengontrol pernapasan kita. Apabila mendengar napas kita mulai terengah-engah maka kurangilah kecepatan berlari kita, jika sudah mulai stabil kita bisa secara perlahan meningkatkan kembali kecepatan berlarinya kita. 

Tambahan tips dari Halodoc, agar berlari dengan maksimal dan tidak kehabisan napas saat berlari:

1. Lakukan pemanasan yang cukup 

Sebelum berlari lakukanlah pemanasan terlebih dahulu, karena pemanasan itu sangat penting untuk mempersiapkan tubuh kamu sebelum melakukan aktivitas fisik yang cukup menguras tenaga. Jadi, sebelum lari lakukanlah pemanasan minimal 20 menit dengan cara berjalan atau lari-lari kecil. Apabila sudah mulai berkeringat, itu tandanya tubuhmu sudah memanas dan kamu bisa mulai berlari dengan mempercepat langkahmu. 

2. Coba berlari di dalam ruangan

Sering kehabisan napas saat sedang berlari juga bisa disebabkan karena adanya alergi terhadap suhu yang rendah atau lembab. Apabila kamu sulit bernapas akibat alergi, maka cobalah berlari di dalam ruangan menggunakan treadmill. Berlari di dalam ruangan dengan iklim yang terkontrol mungkin bisa mengurangi napas yang ngos-ngosan saat berlari.

READ  Sejarah Sepak Bola Indonesia Pertama Kali Bergulir dari Remaja SMA

3. Selingi berjalan dengan berlari

Saat sedang berlari tetapi mulai merasa kelelahan dan napas terasa berat, beristirahatlah dengan berjalan kaki untuk memulihkan stamina dan memungkinkan kamu bernapas. Tentukan waktumu untuk berjalan sebelum napasmu menjadi terengah-engah. Kamu bisa mengatur waktu tersebut dengan berlari selama lima menit dan berjalan satu menit. Dengan menggunakan cara tersebut mungkin akan efektif mengurangi atau mencegah kehabisan napas saat berlari. 

Ketika berlari, teknik pernapasan yang benar sangat penting untuk menurunkan stres dan meningkatkan stamina fisik yang tepat. Setiap orang pastinya mempunyai metode efektifnya masing-masing. Belajar untuk bisa fokus pada pernapasan saat berlari bisa dibilang memang tidak mudah, tetapi hal ini bisa dilatih terus menerus hingga akhirnya nanti tubuh akan menjadi terbiasa.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait