Ada Apa dengan Pakaian Serba Putih para Pemain Tenis di Wimbledon?

Dipublikasikan oleh Anneke Puteri
Reading Time: 3 minutes

source: wimbledon. clothing dress code for players

Umpanbalik.id – Demi alasan kesopanan terkait keringat, semua pemain tenis di Wimbledon harus menggunakan pakaian berwarna putih, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Venus Williams, seorang petenis wanita yang bertanding di Wimbledon tahun 2017 harus segera mengganti pakaian dalamnya yang berwarna pink dan nyaris didiskualifikasi dari pertandingan tersebut karena tidak mematuhi aturan. Peraturan ini dinilai cukup kuno dan menuai banyak kontroversi dari berbagai pihak termasuk para pemain tenis itu sendiri. 

Wimbledon adalah sebuah turnamen tenis paling bergengsi dan tertua di dunia yang merupakan bagian dari empat turnamen Grand Slam. Bermula dari tahun 1877 ketika Britania Raya atau Inggris dipimpin oleh Ratu Victoria, turnamen Wimbledon didirikan dengan aturan ketat tentang dress code harus serba putih. Alasan ini digunakan sebagai bentuk kesopanan ketika pertandingan. Para penyelenggara menganggap bahwa pakaian yang berwarna akan menimbulkan bercak keringat yang terlihat jelas di tubuh. 

Terlihat banyak keringat dianggap sangat tidak pantas apalagi bagi pemain perempuan. Hal tersebut diungkap dalam buku Tennis Fashion: Over 125 Years of Costume Change yang ditulis Valerie Warren. “Satu masalah yang harus diatasi sejak dini adalah masalah keringat. Karena pergerakan di lapangan dapat menyebabkan munculnya keringat dan akan menjadi hal yang memalukan jika tanda keringat muncul di pakaian,” ujar Warren yang dikutip dari Kumparan. 

Namun merujuk pada artikel Time, ada beberapa alasan lain yang dikemukakan oleh Mereditch Richards seorang pustakawan di International Tennis Hall of Fame yang mengatakan bahwa secara teknis pakaian putih dapat membuat tubuh lebih leluasa untuk bergerak. Pernapasan lebih lega, dan tidak akan terlalu panas dibanding menggunakan pakaian yang berwarna. Dengan adanya faktor ini, pemain tenis mungkin akan lebih sedikit mengeluarkan keringat dan tidak akan terlalu kentara pada pakaian berwarna putih.

READ  Novac Djokovic: Mengubur Mimpi Semata, Atau ‘Golden Slam’ Menjadi Nyata

Awalnya aturan tersebut hanya ditujukan untuk perempuan saja dengan alasan bahwa perempuan tidak sepantasnya terlihat berkeringat di depan umum. Namun lambat laun peraturan semakin diperketat dan petenis laki-laki juga harus mengenakan pakaian serba putih. Dilansir dari situs resmi Wimbledon, ada beberapa peraturan ketat tentang pakaian dan semua peralatan yang digunakan pada saat latihan atau pertandingan di lapangan.

Peraturan tentang pakaian dan semua peralatan:

  1. Setiap peserta wajib menggunakan pakaian tenis berwarna putih dari ujung kaki sampai ujung kepala, saat latihan maupun ketika memasuki lapangan.
  2. Harus putih. Bukan putih gading atau krem.
  3. Diperbolehkan jika ada strips warna di baju sekitar garis leher dan ujung lengan, tetapi tidak boleh melebihi satu sentimeter.
  4. Rok, celana pendek, bawahan pakaian olahraga, pakaian dalam atau undergarments yang beresiko terlihat pada pertandingan harus full putih.
  5. Topi, headband, wristband, gelang, kaos kaki harus benar-benar putih. 
  6. Sepatu, tali sepatu, dan sol sepatu harus putih. Logo dari sepatu juga tidak diperbolehkan terlalu besar.
  7. Alat dan pendukung medis juga harus berwarna putih. Jika sangat tidak memungkinkan, maka diperbolehkan untuk membawa alat medis yang berwarna.

Dengan adanya peraturan yang sangat ketat tersebut, bukan tidak mungkin ada segelintir pemain tenis yang mencoba mendobrak peraturan tersebut. Tercatat, beberapa pemain tenis yang menuai kontroversi karena melanggar tradisi Wimbledon dengan nekat memakai aksen berwarna pada pakaian nya.

Kasus Kontroversial Pelanggaran Dress Code Wimbledon

source: ESPN. Roger Federer orange sole shoes

Pada tahun 2009, Roger Federer pemain tenis asal Swiss ini memakai jaket putih bergaya army dan waistcoat beraksen warna emas pada renda baju dan inisial namanya. Ia bahkan mengatakan bahwa peraturan tersebut terlalu ketat dan berharap suatu saat nanti akan ada perubahan. Seakan tak jera dengan perbuatannya, Roger Federer mengulangi kesalahan yang sama pada tahun 2013 dengan menggunakan sepatu yang memiliki sol berwarna oren menyala yang membuatnya dihukum dari klub.

source: hartfordcourant. Mattek Sands test’s wimbledon’s fashion police

Lain halnya dengan Bethanie Mattek-Sands, seorang pemain tenis wanita yang juga dikenal sebagai Lady Gaga-nya olahraga tenis juga sempat menghebohkan penggemar turnamen Wimbledon. Pada tahun 2011, ia menggunakan jaket bomber putih yang pada lengannya ditempeli setengah potongan bola kasti. Ketika jaketnya dilepas, baju yang digunakan ternyata sleeveless yang tentunya hal ini dianggap melanggar kesopanan dari tradisi peraturan Wimbledon.

READ  Blues Devil: 5 Pemain Ini Berwajah Setan, Namun Berhati Biru

Wimbledon juga pernah menegaskan semakin banyak peraturan dilarang, maka akan semakin ketat para penyelenggara mewajibkan aturannya. “No tennis whites, no service at all.”

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait