Taufik Hidayat: Raja Backhand Tak Tergantikan

Dipublikasikan oleh Ulfah Hasanah
Reading Time: 3 minutes

Source: Okesport, Mantan pemain tunggal putra Taufik Hidayat

Umpanbalik.id – Taufik Hidayat, nama yang tak asing dipecinta badminton. Taufik menjadi salah satu orang yang melagenda dan terpandang dimata dunia. Mantan atlet andalan Indonesia yang mempunyai ciri khas tersendiri dalam permainannya, yaitu teknik smashnya yang tidak dimiliki oleh pemain badminton tunggal putra lainnya.

Dalam jurnal ilmu keolahragaan mengatakan bahwa dalam permainan batminton memiliki beberapa pukulan penting salah satunya adalah Smash. Pukulan smash ini adalah pukulan yang paling kuat, karena smash merupakan pukulan yang keras dan tajam untuk mematikan lawan secepat-cepatnya. Dalam melakukan pukulan smash tentu harus mengandalkan kekuatan, kecepatan, lengan dan lecutan pergelangan tangan.

Taufik dikenal dengan teknik smashnya yang tidak dimiliki oleh pemain badminton tunggal putra lainnya. Teknik smash itu adalah backhand smash, backhand smash yang dimiliki Taufik Hidayat tersebut menjadi senjatanya untuk mengalahkan lawan-lawannya disetiap pertandingan, dan backhand smashnya membuat dia di takuti lawan mainnya. Backhand smashnya tersebut berhasil membawanya mendapatkan banyak prestasi di dunia batminton, baik itu prestasi dari kejuaraan single event ataupun prestasi yang didapat melalui multi event seperti Olimpiade dan Asian games. Prestasi yang dia dapat membuatnya banyak menyandang gelar juara, dikutip dari viva.co.id Taufik Hidayat menyandang gelar juara tunggal putra Asian Games tahun 2002 dan 2006, Enam kali menjuarai Indonesia Terbuka yaitu pada tahun 1999, 2000, 2002, 2003,2004, dan 2006. Piala Thomas sebanyak empat kali yaitu pada tahun 2000, 2002, 2004, dan 2006. Dan di Piala Sudirman dia juga menyandang gelar juara sebanyak empat kali pada tahun 1999, 2001, 2003, dan 2005. Tidak hanya itu saja pada tahun 2005 Taufik Hidayat berhasil menaklukan pemain peringkat 1 dunia di kejuaraan Dunia BWF yaitu Lin Dan. Pencapaian terbaik Tufik yang dikenang masyarakat Indonesia adalah kemenangannya melawan Lin Dan menjadikannya pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar kejuaraan Dunia BWF dan Olimpiade secara berturut-turut.

READ  Nadeo Argawinata: Kiper Timnas yang Sempat Dipandang Sebelah Mata

Dengan melakukan pukulan backhand posisi tidak menghadap lawannya tersebut menjadi kemampuan spesial Taufik. Dia bisa mengarahkan pukulan backhand yang begitu keras, cepat dan terarah bahkan taufik mampu melakukan backhand sambil melompat dan itu menjadi pukulan yang menyulitkan lawan untuk mengembalikan bola pemberiannya tersebut.

Source: @handokotjung, Komik seniman Jepang Saki Kaori mengabadikan keistimewaan Taufik Hidayat

Dalam CNN Indonesia seorang seniman yang berasal dari Jepang yaitu Saki Kaori mengabadikan keistimewaan Taufik Hidayat melalui sebuah komik yang berjudul Smash!, dalam komiknya Saki Kaori menggambarkan Taufik sebagai legenda Badminton yang memiliki ciri khas backhand yang keras.

Dalam video yang di unggah Shuttle Amazing di youtube. Kita bisa melihat sebelum melakukan backhand smash biasanya Taufik melakukan pukulan-pukulan panjang dipertandingan untuk membaca arah dan permainan lawannya, dan tiba-tiba muncul secara tak terduga backhand smash dari Taufik dan membuat lawannya pun mati langkah. Dalam video tersebut juga ada kalanya lawan dari Tufik berhasil mengembalikan pukulannya, tetapi pukulan yang dikembalikan oleh lawannya tersebut tidak terarah, bahkan melebar keluar lapangan dan bahkan membentur net.

Dalam jurnal ilmu olahraga Taufik mencatat namanya sebagai pemain tunggal dengan pukulan smash tercepat yaitu mencapai 305 km/h. Dan backhand smash Taufik menjadi backhand smash tercepat yaitu mencapai 206 km/h. Kecepatan backhand Taufik tersebut sampai diklaim oleh media asing asal China sebagai backhand keras dan teknik yang sangat sulit untuk ditiru oleh pemain badminton manapun. Menurut media China dalam Indosport sampai saat ini belum ada pemain badminton manapun yang mampu melakukan backhand sekeras yang dilakukan oleh Taufik Hidayat.

Pada tahun 2012 di usia nya yang ke 33 Taufik Hidayat memutuskan untuk gantung raket, meski tidak mudah baginya untuk meninggalkan karier yang membesarkan namanya, akan tetapi semua atlet badminton pasti memiliki masanya sendiri untuk mengakhiri kariernya  dan semasa Taufik Hidayat menjadi pemain badminton dia menjadi andalan Indonesia di pertandingan tunggal putra dalam rentan waktu yang lama.

READ  Jersey Sepakbola: Menyampingkan Tampilan “Elite” Demi Meraih “Profit”

Setelah Taufik gantung raket, masyarakat pecinta badminton Indonesia memang merindukan dan menanti sosok penerus Taufik Hidayat di badminton tunggal putra yang bisa meraih banyak gelar sekaligus dikancah Internasional. Meskipun sulit menemukannya, namun semua itu pastinya membutuhkan proses dan ditangan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan christie, harapan cerah menanti atlet-atlet badminton muda baru Indonesia agar mengikuti jejak Taufik Hidayat di batminton tunggal putra agar bisa mewujudkannya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

1 Komentar

Hikmah · Selasa, Mei 4th, 2021 pada 15:04:44

Taufik dulu emang andalan indonesia, suka banget dg cara dia main

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait