Figur Skating Tonya Harding: Panggung Skate sebagai Pemenang, Rumah sebagai Penentang

Dipublikasikan oleh Defrico Saputra
Reading Time: 4 minutes

Foto: Oregonlive.com, Tonya harding dalam documenter “The Price of Gold”

Umpanbalik.id – Tonya Harding, harapan yang hadir dari seorang ibu untuk putrinya, menjadi kenyataan yang indah pada waktunya. Kecintaannya sejak dini terhadap dunia skating, membuat ia semakin berlatih dan mengejar harapan besarnya itu. Bakat yang hadir pada dirinya, membuatnya semakin percaya diri untuk bisa menjadi figure skating terkenal pada masanya.  Alhasil, Tonya Harding sukses menjadi seorang atlet Ice Skating di era 90-an. 

Perempuan kelahiran Oregon ini sukses mengawali karir nya dalam bermain ice skating di berbagai ajang kejuaraan  lokal Amerika Serikat. Tonya Harding pun sempat beberapa kali menjadi juara pada ajang Skate America, Nations Cup, dan US Championship. Dikutip dari  tempo.co, Tonya Harding memiliki latar belakang yang berbanding terbalik dengan kesuksesannya. Tonya datang dari masyarakat kelas bawah Oregon, dari keluarga yang hancur, sekolah tak selesai, dan didera problem finansial. Dalam kehidupannya, ia sering didesak oleh ibu nya untuk selalu menjadi juara di atas Nancy Kerrigan. Ia adalah seorang ice skating terbaik sekaligus menjadi rival Tonya Harding pada masanya.  Berbeda dengan rival nya, Nancy Kerrigan lahir dari keluarga yang berkecukupan di Massachusset.

Dua tokoh atlet skating ini memiliki karakternya masing-masing dalam melakukan performance-nya di atas panggung skate. Riasan yang mencolok, kostum buatan sendiri, dan musik pop yang menggelegar bagi siapa pun yang mendengarnya, adalah karakter dari seorang Tonya Harding. Sedangkan Nancy Kerrigan selalu tampil anggun, dengan nuansa musik yang sangat halus, ibarat kaum feminisme yang tengah menikmati genre musiknya sendiri. Menjadi apik di atas panggung skating, tidak hanya dilihat dari karakternya saja, melainkan skill yang dimiliki dari setiap atlet. Tonya Harding adalah atlet figure skating Negeri Paman Sam pertama yang bisa melakukan triple axel di short program. Ia juga menjadi atlet pertama yang bisa melakukan dua triple axel di satu kompetisi yang sama. Triple axel adalah salah satu gerakan dalam figure skating, berupa lompatan yang diikuti dengan putaran tiga kali di udara sebelum atlet tersebut mendarat di es. Triple axel adalah gerakan khas Harding.

READ  Mengenal Tipe Penjaga Gawang, Penghadang Terakhir Serangan Lawan

Tragedi 1994 Atas Penyerangan Nancy Kerrigan

Foto : nydailynews.com sebuah berita tentang penyerangan terhadap Nancy Kerrigan.

Why? Why? Why Me?,” ucap Nancy Kerrigan, dalam sebuah cuplikan video dari kanal Youtube Intersport Chicago yang berjudul “Nancy Kerrigan Attack – Raw Footage – 6 January 1994”. Nancy Kerrigan diserang oleh orang tak dikenal hingga menyebabkan kakinya patah seketika. Dikutip dari kolom.tempo.co, dari insiden penyerangan tersebut, publik berasumsi bahwa hal ini akan memberi peluang bagi Tonya Harding untuk menjadi juara. FBI sudah mencium kecurigaan insiden ini, lahir dari orang-orang terdekat Tonya Harding.  Tak butuh waktu lama untuk bisa mencari jejak para penyerang dungu yang juga kawan baik mantan suami Tonya Harding, yang konon kabarnya pernah melakukan KDRT terhadap istrinya.

Pertanyaannya adalah: apa peran Tonya dalam penyerangan mendadak terhadap Nancy Kerrigan yang menyebabkan kaki saingannya patah? Apakah dia tahu, ikut terlibat, atau bahkan tidak tahu sama sekali? Dari background keluarga yang kurang baik, maupun ekonomi yang tidak stabil, bisa saja membuat Tonya Harding merasakan kecemasan yang luar biasa terhadap hal ini. Tekanan-tekanan yang hadir dari lingkungan terdekat seperti seorang ibu, suami atau bahkan rekan lainnya yang mendorong ia untuk menjadi seorang bintang, membuat mental seorang Tonya Harding bisa saja terganggu pada saat itu.

Foto: kompas.com dalam salah satu adegan film I, Tonya

Mengutip dari Jurnal Representasi Feminisme Film I, Tonya, film ini menggambarkan bagaimana peran perempuan memiliki kepribadian yang gigih, kuat, berani dan pantang menyerah seperti atlet ice capades. Menampilkan kisah perempuan desa yang biasa dijadikan budak atau pelayan (redneck) yang berhasil melepaskan diri dari diskriminasi tentang pendapat perempuan sosok yang lemah dan cengeng serta menghindari kekerasan fisik maupun verbal. Dan yang lebih menarik, film ini merupakan adaptasi dari cerita nyata Tonya Harding seorang mantan atlet ice capades. Ditambah lagi film ini mengikuti beberapa perlombaan dan screening, serta mendapat beberapa nominasi di dunia. Dalam film ini, Tonya Harding diperankan oleh artis cantik Margot Robbie, yang mana terdapat adegan kekerasan oleh ibunya sendiri yang memaksanya untuk berlatih keras untuk masa depan ice capades-nya. Tidak hanya sampai situ, seorang Tonya Harding juga pernah mendapatkan ancaman pembunuhan pada tahun 1993. 

READ  Cristiano Ronaldo: Lama Tak Berkencan, ‘Setan Merah’ Kembali ke Pelukan

Rumah dan lingkungan sekitarnya membentuk seorang Tonya Harding terbiasa dengan sebuah tekanan dan kekerasan yang nyata pada saat itu. Sehingga, menimbulkan pengalaman yang membekas pada dirinya. Ketika ia tampil sebagai bintang ice skating yang bersinar, ia akan tetap menutupi behind the scene dari kehidupannya yang kelam.

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

1 Komentar

Fianda Briliyandi · Sabtu, Mei 22nd, 2021 pada 14:38:56

Artikel yang bagus, terimakasih sharingnya, silahkan kunjungi

website kami

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait