Aji Santoso: Legenda Hidup Dua Klub Sarat Rivalitas

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 4 minutes

Source: jawapos.com

Umpanbalik.id – Indonesia pasti sudah tidak asing dengan Aji Santoso. Pria kelahiran Malang, 6 April 1970 ini sudah malang melintang di dunia sepak bola tanah air. Namanya bisa dikatakan sebagai salah satu pemain dan juga pelatih terbaik di Indonesia saat ini. Tetapi, dibalik itu semua, ada sejumput cerita menarik kala ia menjadi legenda dari dua klub sarat rivalitas yaitu Arema dan Persebaya.

Dua klub ini memang memiliki rivalitas yang sangat tinggi sejak dulu. Tetapi Aji Santoso tidak hanya satu kali melangkah berani “menyebrang” dari Arema ke Persebaya. Tercatat ia pernah pindah ke klub rival itu semasa menjadi pemain profesional pada tahun 1995 dan juga saat menjadi pelatih pada tahun 2019.

Karir Aji Santoso Sebagai Pemain

Source: skor.id

Aji Santoso muda mengawali karir dalam dunia sepak bola profesional pada tahun 1987 di klub Arema Malang. Sebelumnya, ia menghabiskan waktunya untuk bermain Argo Manunggal Sawunggaling (AMS), dan Persema Junior. Saat ia masih berusia 18 tahun, dua pendiri klub Arema yaitu Ovan Tobing dan Lucky Acub Zainal sudah mencium bakat dari anak muda ini. Alhasil, Aji Santoso dapat membuktikannya dengan mampu bersaing dengan pemain senior lainnya di kompetisi Galatama.

Butuh proses cukup lama, lima tahun berselang, yaitu pada tahun 1992 Aji Santoso menjadi sosok yang cukup penting dibalik gelar Galatama yang diraih oleh Arema Malang. Sejak saat itulah, pemain yang berposisi sebagai full-back kiri ini menjadi pemain yang diidamkan oleh Aremania, pendukung Arema Malang.

Tidak hanya di Arema Malang saja, Seperti dikutip dari viva.co.id Aji Santoso juga membela beberapa klub di tanah air lainnya seperti Persebaya Surabaya, PSM Makassar, Persema Malang, dan juga Persela Lamongan. Tetapi yang menarik adalah disaat berpindah dari Arema Malang menuju Persebaya pada tahun 1995 silam. Dikutip dari bola.com, kabarnya saat itu Aji Santoso diboyong dengan nilai fantastis, yakni Rp50.000.000,00 yang menjadikannya sebagai pemain termahal saat itu. Bagaimana kisahnya? 

READ  Geliat Transfer Pemain Liga Indonesia: Tim Besar, Ramaikan Pasar

Rupanya kala itu, Aji Santoso rela pindah ke Persebaya Surabaya demi Arema. Disaat Arema mengalami krisis keuangan, Aji memutuskan pindah dengan nilai transfer yang cukup tinggi waktu itu sebesar Rp50.000.000,00 yang bisa digunakan manajemen Arema membayar pemainnya selama 4 sampai 5 bulan kedepan. “Saat itu, uang sebesar itu bisa menghidupi tim selama 4-5 bulan. Bahkan, gaji saya hanya Rp 125 ribu, padahal itu sekelas pemain tim nasional,” ucap Aji Santoso dikutip dari liga1.skor.id

Tak ayal, drama pun terjadi di Malang. Pendukung Arema Malang yang terlanjur cinta kepada Aji Santoso meminta pemainnya untuk mengurungkan niat pindah ke klub rival itu. Apalagi seperti tertulis di bola.com, saat itu Aji Santoso tengah menyiapkan resepsi di sebuah hotel di Malang. Tentunya banyak Aremania yang mengira kalau Aji sudah menetapkan hatinya di Malang.

Bermain untuk Persebaya, Aji Santoso juga menunjukkan performa yang luar biasa. Di musim perdananya, Aji Santoso langsung dipercaya menjadi kapten tim yang memimpin teman-temannya di lapangan. Selang beberapa tahun kemudian, Aji Santoso juga berhasil memberikan gelar juara Galatama kepada Persebaya Surabaya pada tahun 1997.

Karir Aji Santoso Sebagai Pelatih

Source: tribunnews.com

Aji Santoso memulai karir kepelatihannya di tahun 2005 silam. Karir kepelatihannya dimulai sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia kelompok usia 17 tahun. Setelah satu tahun menangani timnas, dimulailah petualangan karir kepelatihannya mulai dari melatih Persiko Kota Baru, Pra Pon Jatim, Persekam Metro FC. Tak hanya itu, Aji Santoso juga dikenal sebagai pelatih bertangan dingin yang dipercaya melatih beberapa tim profesional. Menurut data dari transfrmarket, Aji Santoso pernah dipercaya untuk menangani tim-tim seperti Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persisam Putra Samarinda, dan lainnya.

READ  Hend Zaza: Atlet Tenis Termuda Perwakilan dari Negara Penuh Perang

Tepatnya pada tahun 2017, Aji Santoso memutuskan untuk kembali ke Malang dengan melatih Arema FC. Kala itu Arema FC memiliki misi untuk memulangkan semua legendanya yang dulu berjaya untuk melatih klub tersebut. Mengusung nama Pandawa Lima, Aji Santoso dibantu 4 legenda lainnya seperti Joko Susilo, Kuncoro, Singgih Pitono, dan juga Yanuar Hermansyah untuk menukangi Arema pada saat itu. Tak butuh waktu lama, pada gelaran Pra Musim tahun 2017, Aji Santoso bisa mempersembahkan Piala pertamanya untuk Arema FC. Namun sayang, saat kompetisi bergulir, performa anak buahnya yang naik turun membuat dirinya harus tersingkir dari Kota Malang

Setelah keluar dari Arema FC, Aji Santoso mencoba melatih beberapa klub di Indonesia seperti Persela Lamongan dan juga PSIM Jogjakarta. Tetapi lagi-lagi Aji Santoso memutuskan pilihannya untuk melatih klub rival. Tepatnya pada tahun 2019, Aji Santoso resmi melatih klub Persebaya Surabaya hingga saat ini. Tercatat, Aji Santoso juga telah memberikan satu gelar pramusim untuk Persebaya Surabaya, yaitu gelar Piala Gubernur Jatim pada tahun 2020 lalu.

Terlepas dari itu semua, Aji Santoso tetaplah legenda sepakbola yang dimiliki oleh Indonesia. Prestasi-prestasi yang ia ciptakan baik di Tim Nasional, maupun di dua klub rival perlu diapresiasi lebih tinggi lagi. Lagipula, bagaimanapun panasnya rivalitas antara Arema dan Persebaya, Aji Santoso tetap menjadi orang yang disegani dan dihormati oleh dua kelompok suporter baik Aremania dan juga Bonek Mania.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait