Cerita Sepatu Converse All-Star: Terlahir Sebagai Passion, Bukan Fashion

Dipublikasikan oleh Defrico Saputra
Reading Time: 3 minutes

(Foto: mainbasket.com, Sepatu basket pertama, lahir dari kedua kaki Chuck taylor)

Umpanbalik.id – Pada tahun 1920, Charles Hollis Taylor yang kerap disapa “Chuck” tengah bertanding melawan Wingle Goodyear Akron pada pertandingan basket di Cleveland Akron Industry League. Decak kagum penonton tertuju pada tembakan dari tengah lapangan, yang membawa ia dan timnya (Firestone Non-Skids) meraih kemenangan saat itu. Pada momen tersebut, Chuck sudah memakai sepatu converse non-skids kesayangannya. 

Setelah mengakhiri karir basketnya, Chuck mencoba untuk bekerja di bagian penjualan Converse, Chicago. Perusahaan sepatu tersebut, menginisiasi untuk menjadikan Chuck sebagai media promosinya, mengingat dulunya ia adalah pemain basket. Sampai pada akhirnya, Chuck diberi tugas untuk mempromosikan sepatu Converse All-star dan Non Skids sebagai bentuk branding yang dilakukan oleh perusahaan sepatu tersebut. Dikutip dari mainbasket.com, Pada pertengahan 1920, All Star ditetapkan sebagai standar sepatu basket di American Basketball League. Ini adalah tahun pertama saat liga basket profesional Amerika kasta tertinggi mulai dibuat. Converse pun punya kesempatan mengembangkan produknya dengan selalu menguji sepatunya dalam setiap pertandingan. Setelah menghabiskan lebih dari satu dekade bekerja di penjualan Converse, Chuck Taylor berubah menjadi ikon merek tersebut. Chuck adalah pemain basket yang identik dengan Converse dan model All Star yang menjadi andalannya. Tepat pada awal 1934 Converse meluncurkan sneakers baru. Perusahaan memutuskan sneakers ini diberi nama ‘Chuck Taylor All Star’.

(Foto: mainbasket.com)

Mengutip dari Jurnal Promosi Sepatu Converse Indonesia, pada tahun 1969 Chuck Taylor meninggal karena serangan jantung di daerah Florida. Sebuah biografi tentang Chuck Taylor diterbitkan oleh Indiana University Press pada bulan Maret 2006 dengan judul Chuck Taylor, All Star: The True Story of the Man Behind the Most Famous Athletic Shoe in History

READ  Film Forrest Gump: Titik Balik Nike Cortez

Converse All Stars kini menjadi sangat populer, sepatu yang menjadi bagian dari gerakan hippies disertai oleh musisi dan band mereka. Kaum hippies adalah kaum yang mengedepankan kebebasan untuk melakukan apa yang mereka inginkan dan membuat mereka senang. Kaum hippies sering memakai Sepatu All Star sebagai kombinasi yang berani dan terkesan bertabrakan dalam berpenampilan untuk mempromosikan individualitas mereka. Converse All Star saat ini tidak lagi hanya sebagai sepatu basket, tetapi juga sebagai simbol sepatu santai yang mewakili kebebasan.

Bagaimana Culture Sepatu Converse di Indonesia ?

Di Indonesia sendiri, sepatu Converse sangat digemari oleh banyak kalangan. Mulai dari anak-anak, hingga orang dewasa. Dikutip dari ussfeed.com, ada puluhan sepatu Converse yang paling banyak dicari oleh masyarakat Indonesia, diantaranya Chuck Taylor All-Star 70s, Dainty, Shoreline dan masih banyak lagi. Rata-rata sepatu tersebut adalah tipe yang sama dengan Sepatu Converse-nya Chuck Taylor pada masa itu. Tak terkecuali masyarakat Indonesia yang juga menyukai brand ternama ini. Berkat Chuck taylor dan ide-ide nya yang brilliant, sepatu Converse All-Star laku dipasaran dan tak pernah mati untuk menjadi fashion stuff wajib bagi kalangan anak muda.

(Foto: instagram.com/iqbaal.e)

Sepatu Converse All-Star memiliki latar belakang sebagai sepatu basket. Namun, masyarakat Indonesia terlihat lebih nyaman memakai sepatu Converse All-Star untuk keperluan fashion, bukan sebagai keperluan olahraga. Seperti artis Iqbaal Ramadhan, menggunakan sepatu Converse sebagai kebutuhan fashion nya. Ada beberapa faktor, kenapa sepatu Converse tidak lagi identik sebagai sepatu basket, dikarenakan banyak sekali merk sepatu basket original dari Nike, Air Jordan, Under Armour yang sengit bersaing. Keadaan ini membuat Converse sebagai sepatu basket pertama mengalami penurunan. Tidak hanya dalam segi penurunan, Converse sendiri mengalami tekanan hebat, dalam mempertahankan brand yang sudah berkiprah di era 90-an tersebut. 

READ  Investasi Diri, 5 Olahraga Ringan untuk Memperpanjang Umur

Selain itu dari segi fashion, sepatu Converse ternyata jauh lebih cocok sebagai sepatu santai sehari-hari. Karena bentuknya yang terkesan lebih catchy, apalagi di kombinasi dengan style 90s, Converse akan terlihat ikonik di mata penggunanya. Sebagai pengguna Converse sejati, Mereka akan menjadi saksi lahirnya Sepatu Converse dari sang legenda  Chuck Taylor.

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait