Fanatisme Suporter: Holiganisme yang Dibalut Dengan Cinta

Dipublikasikan oleh Muhammad Khoiruzzein
Reading Time: 3 minutes

source: vivagoal.com, “Para supporter selalu identik dengan kumpulan orang yang membakar semangat, memberikan dukungan atau hal lain yang berhubungan dengan cinta”

Umpanbalik.id – “Sore ini Indonesia pasti menang!”, teriakkan ini mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Ya benar, supporter selalu identik dengan kumpulan orang yang membakar semangat, memberikan dukungan atau hal lain yang berhubungan dengan cinta. Tetapi tidak jarang, cinta yang berlebihan bisa menimbulkan kekecewaan dan kerugian bagi semua orang.

Salah satu cabang olahraga yang memilik basis supporter yang militan adalah Sepakbola. Dengan besarnya animo masyarakat tentang olahraga ini terkadang beberapa dari mereka melakukan hal-hal diluar nalar pada umumnya. Apa penyebabnya? Mungkin rasa cinta berlebih pada tim kebanggannya yang menyebabkan keterlibatan batin antara supporter dan Klub Sepakbola.

Di Indonesia, fanatisme supporter sepakbola bukanlah hal yang baru. Dikutip dari prungtw.com Banyak elemen suporter yang mendukung tim kesayangannya secara militan, baik yang teroganisir dalam suatu kelompok ataupun individu yang ingin mendukung secara langsung. Setidaknya ada 4 klub di Indonesia ini yang memiliki rivalitas supporter yang cukup tinggi. Pertama antara The Jakmania (Persija) dengan Bobotoh (Persib Bandung) dan juga Aremania (Arema Malang) dan Bonekmania (Persebaya)

Hal Positif dalam Fanatisme Supporter

Source: Tribunnews.com

Cinta terhadap klub kebanggannya memang bisa membawa dampak positif kepada tim yang dibanggakannya. Dari penelitian yang berjudul Faktor-faktor Pendorong Fanatisme Supporter Sepakbola Suporter yang memiliki fanatisme yang positif akan memberikan bentuk dukungannya dengan cara-cara yang kreatif seperti aktif bernyanyi dan berkreasi untuk membangkitkan semangat pemain tim kesayangnnya. Kehadiran suporter dalam jumlah yang besar pun akan turut memeriahkan pergelaran kompetisi itu sendiri. Dengan fanatisme yang positif ini, tidak menutup kemungkinan bahwa sepakbola bisa dinikmati oleh seluruh kalangan, mulai dari pria, wanita, anak kecil, hingga lansia. Selain bisa melihat aksi pertandingan sepakbola, sorak dukungan supporter juga  dihiasi dengan kreasi yang menarik dan meriah.

READ  Makna Selebrasi Para Bintang Sepakbola Dunia

Selain itu, ada juga dampak yang dirasakan oleh internal dari klub tersebut. Supporter yang mendukung tim kebanggannya dengan sepenuh hati biasanya rela melakukan apa saja. Hal ini dapat berdampak pada finansial klub yang di dukung. Mengutip dari Jurnal Keolahragaan UNY Dampak positif yang dihasilkan oleh kelompok supporter berupa dukungan finansial hasil pembelian tiket setiap menonton pertandingan dan penjualan merchandise official.

Hal Negatif dalam Fanatisme Supporter

Source: Viva.co.id

Semua yang memiliki hal positif pasti ada hal negatifnya juga, tidak terkecuali fanatisme supporter. Di Indonesia, sepakbola kini bukan hanya sebatas cabang olahraga saja. Tetapi, sepakbola sudah menjadi sebuah identitas sosial yang harus diperjuangkan. Banyak kasus-kasus Holiganisme dalam sepakbola hanya karena sebuah gesekan-gesekan kecil yang menyinggung identitasnya.

Kasus holiganisme supporter di Indonesia tidak hanya identik dengan rivalitas Jakmania dan Viking saja. Mengutip dari Jurnal Universitas Sebelas Maret Surakarta Pada Tahun 2006, tragedi Asu Semper (Amuk Supporter Empat September) telah menebar kegentaran yang sama pada saat fase perempat final kompetisi Copa Dji Sam Soe yang mempertemukan dua klub dari Jawa Timur, Persebaya Surabaya kontra dengan Arema Malang di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari Surabaya. Pada kasus kerusuhan ini menyebabkan rusaknya berbagai fasilitas umum, mobil salah satu stasiun televisi penyiar pertandingan tersebut, dan juga puluhan korban mengalami luka-luka.

Indonesia memiliki catatan panjang terkait aksi kerusuhan sepakbola. Terbukti dengan setiap tahun pasti ada saja media cetak hingga media online yang membahas berita tentang kerusuhan-kerusuhan dalam sepakbola. Hal ini pula dapat memicu steorotip dari masyarakat bahwa adanya supporter sepakbola hanya sebagai biang kerusuhan.

Tidak ada asap kalau tidak ada api, seperti yang dibahas di awal tadi, fanatisme yang berlebih terhadap klub kebanggaannya menjadikan cinta sebagai dasar perilaku Holiganisme yang terjadi. Satu gesekan kecil yang terjadi seperti ejekan yang tertuju pada klub kebanggannya bisa menyulut api ribuan bahkan puluhan ribu orang yang tidak terima. Seperti yang dijelaskan dalam Jurnal Universitas Sebelas Maret Surakarta Indonesia masih terjadi pembiaran atas sentimen negatif yang dilakukan oleh supporter yang berada di tribun penonton terhadap kelompok supporter lain yang mereka anggap musuh, baik melalui nyanyian, spanduk, dan sebagainya.

READ  Ada Barang Ada Harga, Kenapa Pakaian Olahraga Pricey?

Rasa cinta, fanatisme, atau apapun namanya pasti melekat pada klub yang menjadi identitas sosial dan kebanggan kota. Namun, jangan sampai rasa fanatik justru menimbulkan kerugian bahkan perselisihan. Karena sepakbola, fanatisme dapat muncul tanpa kita sadari. Selama sepakbola mendunia, fanatisme akan selalu ada, baik dalam suka ataupun duka.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on print
Cetak

1 Komentar

Lisa · Senin, April 26th, 2021 pada 14:27:39

Keren banget! Bener bener insightful artikelnyaa

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Popular Posts
Komentar Terbaru
Sahwahita: Bener banget, Sobat ...
agam_ray: Wah ngeriiiik bgt...
Sahwahita: ia sobat sport, masi...
Sahwahita: Terima Kasih sobat s...
Sahwahita: terima kasih sobat s...
Sahwahita: benar banget sobat s...
Agung Fajar Pribadi: Skill individu pemai...
Risca Nabella: Info begini sangat m...
Hikmah: Wow baru tau, banyak...
wilda: Baru tau ada begini ...
joon: benar bangettt...
Avi Sena: Club sepakbola perem...
Avi Sena: Penalti Panenka mema...
Avi Sena: cukup dengan satu ci...
Fianda Briliyandi: Artikel yang bagus, ...
Hikmah: Aku tim lari pagi si...
Hikmah: Baru tau aku macam2 ...
Hikmah: Taufik dulu emang an...
Lisa: Keren banget! Bener ...
A WordPress Commenter: Hi, this is a commen...
Semua Hashtag

Post Terkait